Baca Juga: Hujan Deras dan Sungai Meluap, Banjir Kepung Cilegon dan Pandeglang
Dampak Parah di Banten
Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang juga menghantam wilayah Banten pada Jumat (2/1). Di Kota Serang, banjir merendam enam kelurahan dan berdampak pada 4.531 jiwa. Sebanyak 1.266 rumah terendam air setinggi 20-100 sentimeter.
Di Kabupaten Serang, dampak yang ditimbulkan lebih luas. Banjir melanda 13 desa di delapan kecamatan, menyebabkan 11.700 jiwa terdampak.
Kerugian material meliputi 3.145 rumah warga, fasilitas pendidikan, hingga 108 hektare lahan persawahan yang terancam gagal panen.
Waspada Erupsi Gunung Lewotobi
Selain hidrometeorologi, BNPB juga menyoroti aktivitas vulkanik. Sejak 24 Desember 2025, status Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, telah dinaikkan dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).
Data kegempaan terbaru per Minggu (4/1) mencatat puluhan gempa vulkanik dan tremor yang mengindikasikan masih adanya tekanan energi.
“Kondisi ini dapat mengarah kemungkinan terjadinya pelepasan energi dalam bentuk erupsi apabila tekanan terus meningkat,” jelas laporan pengamatan tersebut.
Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, potensi banjir lahar hujan juga perlu diwaspadai mengingat saat ini sedang memasuki puncak musim hujan, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.
Baca Juga: Ribuan Warga Subang Terdampak Banjir Rob, Air Laut Genangi Empat Desa
(*Red)
















