Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Para orang tua wajib meningkatkan kewaspadaan selama masa libur sekolah. Dosen UIN Antasari Banjarmasin, Lisya Ramitha Putri, mengingatkan adanya konten berbahaya yang mengintai anak-anak di balik tayangan animasi, Rabu (24/12/2025).
Lisya menjelaskan bahwa saat ini anak-anak sangat mudah mengakses internet. Mereka sering kali tergiur oleh tayangan animasi yang secara visual terlihat seru dan menarik.
Namun, Lisya menegaskan bahwa tidak semua animasi aman untuk anak-anak tonton.
Faktanya, sebagian tayangan animasi justru menyasar penonton usia 17 tahun ke atas.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Tontonan: 4 Film Wajib untuk Memahami Kampanye 16 HAKTP
Lisya menyebut, para kreator konten kerap mengemas saluran (channel) animasi dengan tampilan yang ear and eye catching (menarik telinga dan mata).
Sayangnya, di balik tampilan lucu tersebut, video itu memuat adegan kekerasan dan bahasa kasar. Konten berbahaya seperti ini jelas tidak sesuai untuk anak-anak karena dapat memengaruhi emosi serta perilaku mereka secara negatif.
Perketat Pengawasan Saat Liburan
Menanggapi fenomena tersebut, Lisya meminta orang tua untuk mengambil peran lebih dominan dalam menyaring informasi.
“Orang tua harus lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak, apalagi saat libur sekolah,” ucapnya.
Menurutnya, pendampingan langsung saat anak menonton merupakan kunci utama agar mereka tidak mengakses materi yang berbahaya.
Jangan sampai gawai menjadi pengasuh anak tanpa filter yang ketat.
Tips Lindungi Anak di Dunia Maya
Sebagai langkah pencegahan konkret, Lisya menyarankan orang tua untuk segera mengaktifkan mode pembatas (restricted mode) pada setiap platform digital yang ada di gawai anak.
Selain itu, orang tua perlu aktif memilihkan tontonan yang bersifat edukatif.
Langkah lain yang tak kalah penting adalah membatasi waktu layar (screen time) dan rutin memeriksa riwayat tontonan anak.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Zombi: ‘Abadi Nan Jaya’ Sajikan Tontonan Brutal Penuh Seni
Dengan pengawasan yang baik dan konsisten, orang tua dapat melindungi buah hati dari dampak negatif dunia digital.
Upaya ini akan membantu anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bijak dalam menggunakan teknologi.
(*Sari)












