Waspada Efek Samping Diet Jus bagi Pencernaan

Ilustrasi - Terlihat menyehatkan, namun diet jus tanpa serat berisiko memicu lonjakan gula darah.
Ilustrasi - Terlihat menyehatkan, namun diet jus tanpa serat berisiko memicu lonjakan gula darah.

Bukan Solusi Sehat Turunkan Berat Badan

Terkait anggapan bahwa diet jus menyehatkan, para ahli memiliki pandangan berbeda.

“Saya sudah memohon kepada orang-orang untuk tidak melakukan diet jus selama 12 tahun,” ungkap Jessica.

Ia menilai janji penurunan berat badan instan dan klaim detoksifikasi memang terdengar menggiurkan. Namun, realitanya tidak demikian.

“Orang-orang menurunkan berat badan saat melakukan diet jus karena mereka makan lebih sedikit dan sering buang air kecil, dan mereka bahkan mungkin lebih sering buang air besar. Tetapi berat badan yang mereka turunkan sebagian besar adalah berat air,” ungkapnya.

Risiko Lonjakan Gula Darah

Selain masalah pencernaan, diet jus juga membawa risiko lain. Pola makan ini dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah secara drastis.

Baca Juga: Sering Dimusuhi Saat Diet, Ini 5 Manfaat Kentang yang Tak Terduga bagi Tubuh

Jika terjadi secara terus-menerus, hal ini berisiko memicu resistensi insulin yang merupakan awal dari penyakit diabetes tipe-2.

Peradangan tubuh akibat pola makan yang tidak seimbang juga menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan penyakit jantung dan gangguan kesehatan kronis lainnya.

(*Sari)