3. Etiopia: Pesta Rakyat Antrosht
Masyarakat Etiopia merayakan momen ini melalui Festival Antrosht yang berlangsung selama tiga hari. Perayaan ini biasanya digelar pada akhir musim hujan atau awal musim gugur.
Seluruh anggota keluarga berkumpul untuk menyantap hidangan besar berupa olahan sayuran, keju, dan daging. Uniknya, bahan-bahan masakan ini dikumpulkan secara gotong royong oleh anak-anak.
Anak perempuan bertugas mencari sayur dan keju, sementara anak laki-laki mengumpulkan daging. Acara kemudian ditutup dengan nyanyian lagu tradisional dan tarian.
4. Peru: Tradisi Ziarah Kubur
Di Peru, Perayaan Hari Ibu jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei. Momen yang dikenal sebagai Feliz Dia Mama ini diisi dengan kegiatan makan bersama keluarga besar.
Setelah itu, agenda wajib yang dilakukan adalah berziarah ke pemakaman.
Keluarga akan memberikan penghormatan kepada ibu, bibi, atau nenek yang telah meninggal dunia. Tradisi ini juga identik dengan pemberian bunga mawar.
Mawar merah diberikan untuk ibu yang masih hidup, sedangkan mawar putih untuk mengenang ibu yang telah tiada.
Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Hari Ibu 2025 yang Menyentuh Hati: Ungkapan Terima Kasih untuk Ibu Tercinta
5. Perancis: Medali Penghargaan Keluarga
Sejarah hari ibu di Perancis bermula pada tahun 1920. Kala itu, pemerintah memberikan medali kepada ibu dari keluarga besar sebagai ucapan terima kasih karena telah membantu membangun kembali populasi pasca-Perang Dunia I.
Saat ini, pemerintah menetapkan hari Minggu terakhir bulan Mei sebagai Hari Ibu. Tradisi yang umum dilakukan adalah pemberian kue berbentuk bunga dari anggota keluarga kepada sang ibu sebagai simbol kasih sayang.
(*Red)
















