“Latihan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan prajurit, khususnya dalam menghadapi skenario pengamanan objek vital strategis nasional, termasuk pembebasan sandera dari kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ujar Laksda TNI Sawa.
Pemilihan Sungai Kapuas sebagai lokasi latihan bukan tanpa alasan. Perairan ini dinilai memiliki peran vital, baik dari aspek keamanan, perputaran ekonomi, maupun kelestarian ekosistem.
Laksda TNI Sawa menekankan pentingnya menjaga kesiapan prajurit dari waktu ke waktu untuk menjawab dinamika ancaman yang berkembang di wilayah perairan tersebut.
“Sungai Kapuas memiliki nilai strategis yang luar biasa dan merupakan ekosistem yang harus kita jaga bersama. Saya mengajak seluruh Forkopimda Kalimantan Barat untuk bersama-sama memperhatikan dan menjaga kawasan ini,” tegasnya.
Dalam simulasi tersebut, skenario ancaman tidak hanya terbatas pada gangguan keamanan militer, tetapi juga mencakup penanganan kecelakaan di perairan yang dinilai berisiko tinggi.
Selain itu, latihan Pengamanan Objek Vital Nasional ini juga diproyeksikan untuk memastikan kesiapsiagaan personel menjelang perayaan Natal.
Fokus utamanya adalah pengamanan jalur distribusi logistik strategis, seperti bahan bakar minyak, agar tetap lancar melintasi jalur perairan.
(RN)
















