Dari Bocah SD hingga Ibu Rumah Tangga, Deretan Korban Tewas Akibat Tambang Ilegal di Bulukumba

Kondisi salah satu lokasi galian tambang di Kabupaten Bulukumba. Aktivitas penambangan tanpa izin di wilayah ini dilaporkan telah menelan lima korban jiwa dalam dua tahun terakhir.
Kondisi salah satu lokasi galian tambang di Kabupaten Bulukumba. Aktivitas penambangan tanpa izin di wilayah ini dilaporkan telah menelan lima korban jiwa dalam dua tahun terakhir. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, BULUKUMBA – Praktik Pertambangan Tanpa Izin (PETI) atau tambang ilegal di Bulukumba, Sulawesi Selatan, terus menuai sorotan tajam.

Aktivitas pengerukan sumber daya alam yang tidak terkendali ini tidak hanya berdampak buruk pada kerusakan ekosistem lingkungan, tetapi juga tercatat telah memakan sejumlah korban jiwa secara beruntun.

Baca Juga: Modus Keruk Pasir hingga Olah Emas, 8 Pelaku Tambang Ilegal di Banten Ditetapkan Tersangka

Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya lima orang warga dilaporkan meninggal dunia di lokasi tambang liar yang tersebar di berbagai titik di Kabupaten Bulukumba dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Insiden ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari petani, ibu rumah tangga, hingga anak-anak di bawah umur.

Kronologi Rentetan Korban Jiwa

Kasus terbaru terjadi pada Rabu (4/12/2025). Seorang ibu rumah tangga bernama Marwah (47), warga Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe, ditemukan meninggal dunia.

Korban dilaporkan tenggelam di lokasi tambang liar yang beroperasi di kawasan Sungai Balong.

Sebelum insiden yang menimpa Marwah, tragedi serupa juga terjadi pada 20 Agustus 2025.

Dua orang siswa Sekolah Dasar (SD) tewas tenggelam di Sungai Balantieng, tepatnya di area tambang Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale.

Kedua korban diketahui merupakan warga Dusun Pandang-Pandang, Desa Bajiminasa, dan warga Dusun Jonjoro, Desa Pangngalloang.

Mundur ke tahun sebelumnya, pada 18 Februari 2024, seorang bocah berusia 11 tahun bernama Fadil juga menjadi korban.

Warga BTN Fuad Arafah, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu ini tewas setelah terlindas truk pengangkut material di lokasi tambang Desa Anrang.

Selain itu, seorang petani bernama Aco, warga Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe, juga tercatat sebagai korban pertama dalam rentetan peristiwa ini.

Ia tewas tenggelam bersama kuda peliharaannya di dalam kubangan bekas galian tambang ilegal di Bulukumba di Sungai Balong.

Baca Juga: Cegah Penambang ‘Kucing-kucingan’, TNI Pasang Badan Blokade Tambang Ilegal Halimun Salak