Jembatan Putus Dihantam Banjir, Prajurit Kodim Bireuen Bertaruh Nyawa Seberangkan Warga Pakai Tali

Prajurit Kodim 0111/Bireuen membantu warga menyeberangi sungai dengan tali dan jembatan darurat pasca banjir di Kecamatan Peusangan Selatan. (Dok. Puspen TNI)
Prajurit Kodim 0111/Bireuen membantu warga menyeberangi sungai dengan tali dan jembatan darurat pasca banjir di Kecamatan Peusangan Selatan. (Dok. Puspen TNI)

Faktakalbar.id, BIREUEN – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen, khususnya di Kecamatan Peusangan Selatan, menyisakan cerita heroik di tengah duka.

Putusnya jembatan penghubung vital di Desa Ceubrek akibat terjangan arus deras, membuat ribuan warga terisolasi total, Senin (01/12/25).

Baca Juga: Tembus Daerah Terisolir, Agam Aktifkan 13 Pos Lapangan dan Bangun 26 Dapur Umum

Akses yang lumpuh melumpuhkan segala sendi kehidupan. Anak-anak tak bisa sekolah, dan pasokan kebutuhan pokok terhenti.

Di tengah situasi kritis tersebut, prajurit TNI dari Kodim 0111/Bireuen hadir menjadi penyambung harapan.

Tanpa infrastruktur memadai, para Babinsa (Bintara Pembina Desa) menerapkan teknik penyeberangan darurat. Menggunakan tali dan peralatan seadanya, mereka menembus arus sungai yang masih deras dan dipenuhi material kayu serta bebatuan.

Prioritas utama evakuasi adalah kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak.

Aksi serupa juga terjadi di Desa Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Selatan. Jalur sungai yang menjadi satu-satunya akses warga tertutup tumpukan material banjir.

Tak ingin mengambil risiko keselamatan warga, para Babinsa dari Koramil 08/Gandapura turun langsung ke sungai, memapah warga satu per satu untuk menyeberang dengan aman.

Baca Juga: Viral! Pakai Google Earth, Netizen Bongkar Lokasi Tambang Ilegal di Balik Banjir Sumatera

Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian anggotanya di lapangan.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah murni panggilan tugas kemanusiaan.