Sambas  

Padamkan 6 Titik Api di Selakau Timur, Tim Gabungan Cegah Meluasnya Karhutla di Sambas

Tim gabungan personel TNI-Polri bersama Manggala Agni meninjau dan memadamkan langsung titik api di Kecamatan Selakau Timur guna mencegah meluasnya bencana karhutla.
Tim gabungan personel TNI-Polri bersama Manggala Agni meninjau dan memadamkan langsung titik api di Kecamatan Selakau Timur guna mencegah meluasnya bencana karhutla. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SAMBAS – Tim gabungan yang terdiri dari personel Kepolisian Sektor (Polsek) Selakau, Kepolisian Resor (Polres) Sambas, Komando Rayon Militer (Koramil) Selakau, beserta tim Manggala Agni bergerak cepat melakukan pencegahan dan penanggulangan titik api (hotspot).

Langkah strategis ini dilakukan guna mencegah meluasnya ancaman bencana Karhutla di Sambas, khususnya di wilayah Kecamatan Selakau Timur, pada Senin (2/3/2026).

Baca Juga: Cuaca Panas Picu Titik Api Baru, Penanganan Karhutla di Kubu Raya Terkendala Akses Air

Operasi penanggulangan titik api tersebut dilaksanakan secara intensif mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan pantauan satelit dan laporan di lapangan, lokasi kemunculan hotspot terpusat di kawasan Dusun Gemuruh, Rukun Tetangga (RT) 025 dan Rukun Warga (RW) 012, wilayah administratif Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas.

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, tim gabungan menelusuri sedikitnya enam titik koordinat yang teridentifikasi sebagai sumber api. Keenam titik tersebut tersebar dengan rincian koordinat meliputi titik pertama di 1° 4′ 24.35″ N – 109° 5′ 42.4″ E, titik kedua di 1° 4′ 26.15″ N – 109° 5′ 44.16″ E, dan titik ketiga di 1° 4′ 26.18″ N – 109° 5′ 54.31″ E. Selanjutnya, titik keempat terpantau di 1° 4′ 32.59″ N – 109° 5′ 43.26″ E, titik kelima di 1° 4′ 15.28″ N – 109° 7′ 43.36″ E, serta titik terakhir di 1° 4′ 39.18″ N – 109° 7′ 18.3″ E.

Setibanya di lokasi sasaran, personel gabungan langsung melakukan prosedur pengecekan secara mendetail ke pusat titik hotspot.

Upaya pemadaman api segera dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah peralatan pemadam sederhana yang dibawa oleh tim.

Setelah api utama berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses dengan tahapan pendinginan di seluruh area terbakar.