Faktakalbar.id, NASIONAL – Respons cepat dilakukan dalam menangani dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.
Tim Teknis XLSMART kini bekerja secara maraton selama 24 jam penuh untuk memulihkan infrastruktur telekomunikasi vital, sembari memastikan bantuan logistik kemanusiaan sampai ke tangan pengungsi.
Langkah simultan ini diambil untuk menjamin akses komunikasi yang krusial bagi koordinasi penyelamatan, serta memenuhi kebutuhan mendesak warga di enam titik terparah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tim Teknis Pulihkan 691 BTS
Infrastruktur telekomunikasi menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup parah.
Data lapangan mencatat sebanyak 691 Base Transceiver Station (BTS) mengalami gangguan sinyal akibat pemadaman listrik dan akses menara yang tertutup material longsor.
Titik gangguan tersebar di Aceh (538 BTS), Sumatera Utara (120 BTS), dan Sumatera Barat (33 BTS).
Regional Group Head XLSMART West Region, Desy Sari Dewi, menjelaskan bahwa tim teknis di lapangan harus bekerja ekstra keras memobilisasi genset portable di tengah kondisi medan yang ekstrem.
“Tim teknis kami bekerja intensif selama 24 jam tanpa henti. Tantangan terberat adalah akses jalan yang terputus, sehingga menyulitkan suplai BBM untuk genset. Namun, tim terus bergerak mencari celah agar layanan telekomunikasi segera pulih dan warga bisa kembali berkomunikasi,” tegas Desy.
Distribusi Logistik dan Kebutuhan Bayi
Di samping upaya teknis, misi kemanusiaan juga terus bergulir.
Penyaluran bantuan darurat difokuskan pada enam wilayah dengan dampak kerusakan paling signifikan, yaitu Kabupaten Pidie, Lhokseumawe, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok (sembako), air bersih, makanan ringan, serta perlengkapan khusus bayi dan anak-anak yang sangat rentan di pengungsian. Distribusi ini dilakukan bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan DT Peduli dan aparat setempat untuk memastikan ketepatan sasaran.
















