Faktakalbar.id, CILACAP – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan berangkat menuju lokasi terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/11/2025) sore.
Baca Juga: Longsor di Majenang Cilacap: 2 Tewas, 21 Orang Masih Hilang
Rencana kehadiran Kepala BNPB tersebut atas arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Misinya adalah untuk memastikan seluruh penanganan longsor Cilacap berjalan secara optimal, terpadu, serta menyeluruh.
“Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, kami langsung berangkat ke sana,” ujar Suharyanto usai mengisi materi Senior Disaster Management Training (SDMT) di Gedung INA DRTG, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/11).
Sebelumnya, Deputi Bidang Penanganan Darurat (Deputi 3) BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan personel Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom), telah diperintahkan Kepala BNPB untuk berangkat lebih awal hari ini.
Setibanya di sana, tim langsung melihat kondisi, memberikan dukungan logistik dan peralatan, serta melakukan koordinasi awal dengan lintas instansi terkait.
“Deputi Bidang Penanganan Darurat, Mayjen TNI Budi Irawan sudah hadir di sana hari ini, membawa dukungan logistik dan peralatan,” ungkap Suharyanto.
Terkait upaya penanganan darurat bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi topografi perbukitan yang kritis serta tanah labil itu, Kepala BNPB mengatakan bahwa pencarian dan pertolongan (Search and Rescue) menjadi prioritas utama.
Menurut laporan sementara, masih ada 20 orang yang dinyatakan hilang diduga tertimbun material longsoran. Sedangkan tiga orang telah berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Dalam proses SAR itu, sudah ada kurang lebih 200 personel gabungan yang dikerahkan.
“Kurang lebih ada 200 personel. Semoga seluruh masyarakat yang hilang dapat segera ditemukan,” kata Kepala BNPB.
Tim gabungan itu terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, PMI, TNI, Polri, serta relawan dan masyarakat sekitar.
















