Cegah Stunting Sejak Dini: 5 Makanan Wajib untuk Remaja Perempuan

"Stunting harus dicegah sejak remaja. Remaja perempuan wajib konsumsi 5 makanan ini (telur, hati, ikan) untuk penuhi gizi, cegah anemia, dan putus rantai stunting. "
Stunting harus dicegah sejak remaja. Remaja perempuan wajib konsumsi 5 makanan ini (telur, hati, ikan) untuk penuhi gizi, cegah anemia, dan putus rantai stunting. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Stunting (gagal tumbuh kembang akibat kekurangan gizi kronis) seringkali dianggap sebagai masalah balita.

Padahal, akarnya bisa ditarik jauh ke belakang, bahkan sejak sebelum ibu mengandung.

Kunci utama memutus mata rantai stunting adalah dengan memastikan kesehatan dan gizi para calon ibu, yaitu remaja perempuan.

Masa remaja adalah periode emas kedua pertumbuhan setelah masa balita.

Baca Juga: Cegah Stunting, Pemkot Pontianak Ajak Warga Gemar Makan Ikan dan Salurkan Bantuan

Remaja perempuan yang mengalami anemia (kekurangan zat besi) dan kekurangan gizi kronis berisiko sangat tinggi melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yang merupakan pintu masuk utama ke kondisi stunting.

Oleh karena itu, memastikan asupan gizi yang tepat bagi remaja perempuan adalah investasi terbaik untuk generasi mendatang.

Berikut adalah 5 kelompok makanan krusial yang wajib ada dalam menu harian mereka.

1. Telur

Telur adalah “superfood” yang komplet dan terjangkau.

Satu butir telur mengandung protein hewani berkualitas tinggi yang esensial untuk pertumbuhan dan perbaikan sel.

Selain itu, telur kaya akan zat besi, vitamin B12, dan kolin yang sangat penting untuk mencegah anemia dan mendukung perkembangan kognitif.

Mengonsumsi satu telur setiap hari adalah cara mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi krusial.

2. Hati Ayam dan Daging Merah

Anemia adalah musuh terbesar remaja perempuan, terutama karena kehilangan darah rutin saat menstruasi.

Hati ayam dan daging merah adalah sumber zat besi heme (hewani) terbaik, yang penyerapannya jauh lebih efisien di dalam tubuh dibandingkan zat besi nabati.

Zat besi ini adalah komponen utama pembentuk sel darah merah.