Kemampuan untuk fokus dan mengingat menurun drastis karena sumber dayanya telah dialihkan untuk mengatasi stres.
3. Hilangnya Minat Pada Hal-hal yang Dulu Disukai
Hal-hal yang dulu Anda nikmati baik itu hobi, bertemu teman, atau bahkan pekerjaan kini terasa seperti beban.
Anda merasa hampa, tidak peduli, dan kehilangan semangat untuk melakukan apa pun.
Perasaan terlepas (detachment) ini bisa terjadi karena kelelahan mental menguras dopamin, neurotransmitter yang bertanggung jawab atas perasaan senang dan motivasi.
Ketika levelnya rendah, dunia terasa abu-abu.
4. Rasa Lelah yang Tak Kunjung Hilang Meski Cukup Tidur
Ini adalah tanda fisik yang paling jelas.
Anda merasa lelah sepanjang waktu, dari pagi hingga malam, bahkan jika Anda sudah tidur 8 jam penuh.
Rasa lelah ini tak kunjung membaik karena stres kronis membuat tubuh terus-menerus dalam mode “siaga”, yang menguras energi secara masif.
Tidur mungkin bisa memulihkan tubuh secara fisik, tetapi tidak cukup untuk memulihkan pikiran yang terus-menerus “menyala” karena beban stres.
Jika Anda mengalami beberapa tanda di atas, ini bukan pertanda kelemahan.
Ini adalah sinyal valid bahwa Anda perlu berhenti sejenak dan memprioritaskan istirahat yang sesungguhnya bukan sekadar libur sambil tetap membuka laptop, tapi benar-benar melepaskan diri dari pemicu stres.
(*Mira)
















