Izin Kawasan Berikat Bea Cukai untuk PT KAN, Sinyal Positif Hilirisasi di Kalbar?

Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat memberikan izin fasilitas kawasan berikat kepada PT Kalimantan Alumina Nusantara.
Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat memberikan izin fasilitas kawasan berikat kepada PT Kalimantan Alumina Nusantara. (Dok. Bea Cukai)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) mengambil langkah signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan memberikan izin fasilitas kawasan berikat kepada PT Kalimantan Alumina Nusantara (PT KAN) yang berlokasi di Kabupaten Sanggau.

Pemberian fasilitas ini merupakan wujud komitmen Bea Cukai untuk meningkatkan daya saing industri dan mendorong investasi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Inalum Targetkan Final Investment Decision untuk Smelter Aluminium dan Alumina Baru di Mempawah pada November 2025

Pemberian fasilitas kawasan berikat ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kalimantan Barat.

“Fasilitas ini kami harapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Kalimantan Barat, melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, serta mendukung program hilirisasi pemerintah.” ujar Kepala Kanwil Bea Cukai Kalbagbar, Muhamad Lukman.

Fasilitas ini memberikan berbagai kemudahan, termasuk penangguhan bea masuk, pajak impor, dan cukai, yang secara langsung akan mengurangi beban biaya produksi bagi perusahaan.

PT Kalimantan Alumina Nusantara (PT KAN) adalah contoh nyata dari program hilirisasi sumber daya alam yang dicanangkan pemerintah.

Perusahaan ini berencana untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi produk alumina.

Proses ini akan menciptakan nilai tambah yang berlipat ganda dari sumber daya alam lokal.

Baca Juga: Inalum Siap Bangun Dua Proyek Raksasa di Mempawah Kalbar

Dengan investasi senilai kurang lebih Rp18 triliun, PT KAN diprediksi akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Selain itu, proyek ini juga berpotensi menciptakan klaster ekonomi baru yang dapat mendorong sektor-sektor lain di Kalimantan Barat.