Pembangunan Kawasan Industri Pulau Penebang Prioritaskan Lingkungan dan Manfaat Masyarakat

Sekretaris Daerah Kayong Utara, Erwin Sudrajat, saat menghadiri Konsultasi Publik Rencana Studi Amdal Kawasan Industri Pulau Penebang di Sukadana.
Sekretaris Daerah Kayong Utara, Erwin Sudrajat, saat menghadiri Konsultasi Publik Rencana Studi Amdal Kawasan Industri Pulau Penebang di Sukadana. (Dok. Instagram/@Prokopim KKU)

Beliau menjelaskan bahwa proyek ini akan menyentuh berbagai aspek, mulai dari pemanfaatan lahan, kebutuhan infrastruktur, hingga pengelolaan limbah.

“Rencana pengembangan ini akan menyentuh aspek pemanfaatan lahan, kebutuhan infrastruktur dasar, pengelolaan air limbah dan emisi, serta limbah B3. Mengingat lokasinya berada di kawasan kepulauan, perhatian khusus harus diberikan pada ekosistem perairan dan sumber penghidupan masyarakat pesisir, termasuk perikanan tangkap dan budidaya,” jelas Erwin.

Hal ini menunjukkan fokus pemerintah daerah pada perlindungan ekosistem pesisir yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat setempat.

Dampak Positif untuk Ekonomi Lokal

Selain aspek lingkungan, pemerintah juga mendorong agar Kawasan Industri Pulau Penebang dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

Baca Juga: Investasi Pulau Penebang: Harapan Perekonomian Kayong Utara di Tengah Potensi Misskonsepsi, Polri Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas

Erwin mendorong agar proyek ini memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta membuka peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terlibat dalam rantai pasok.

“Kami mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kapasitas SDM, peluang bagi UMKM dalam rantai pasok, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang tepat sasaran, berbasis kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.

Program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang tepat sasaran ini diharapkan dapat benar-benar memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, bukan sekadar formalitas.

Amdal Sebagai Alat Pengambilan Keputusan yang Berkeadilan

Erwin juga menekankan bahwa masukan dari seluruh peserta konsultasi akan menjadi bahan penting untuk penyempurnaan desain dan pengelolaan dampak.

Menurutnya, proses penyusunan Amdal harus dapat menghasilkan keputusan yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang.

“Kami berharap penyusunan Amdal dapat menghadirkan keputusan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang sehingga kawasan industri ini memberi manfaat maksimal bagi daerah dan masyarakat, sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Komitmen ini menunjukkan upaya serius pemerintah untuk menyeimbangkan antara kemajuan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Baca Juga: Komitmen Peningkatan SDM Lokal, PT DIB Berikan Beasiswa S1 untuk Mahasiswa Pulau Pelapis Kayong Utara

(*Red)