Faktakalbar.id, MADIUN – Berdasarkan data pengamatan BPPTKG, Gunung Merapi meluncurkan guguran lava sebanyak 88 kali dalam rentang waktu satu minggu.
Guguran ini terbagi ke beberapa arah hulu sungai, yaitu 5 kali ke arah Kali Bebeng, 37 kali ke Kali Krasak, dan 46 kali ke Kali Sat/Putih. Seluruh guguran memiliki jarak luncuran maksimum 2.000 meter.
Pengamatan visual dari kamera di stasiun Ngepos dan Babadan2 menunjukkan adanya sedikit perubahan pada kubah lava barat daya akibat aktivitas guguran tersebut.
Baca Juga: Banjir di Sulawesi Tengah dan Banten, Letusan Gunung Lewotobi serta Karhutla Aceh
Sementara itu, kubah tengah tidak menunjukkan perubahan morfologi yang signifikan.
Berdasarkan analisis foto udara tanggal (25/9/2025), volume kubah barat daya tercatat sebesar 4.179.900 m3 dan kubah tengah sebesar 2.368.800 m3.
Peningkatan Kegempaan dan Kondisi Deformasi
Aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga dilaporkan mengalami peningkatan dibandingkan minggu sebelumnya.
BPPTKG mencatat gempa Vulkanik Dangkal (VTB) sebanyak 81 kali, gempa Fase Banyak (MP) 644 kali, gempa Guguran (RF) 520 kali, dan gempa Tektonik (TT) 9 kali.
Angka ini lebih tinggi dari periode pemantauan sebelumnya, menandakan adanya dinamika di dalam tubuh gunung yang perlu diwaspadai.
Meski begitu, pemantauan deformasi atau perubahan bentuk tubuh gunung melalui pengukuran EDM dan GPS menunjukkan kondisi yang relatif stabil.
Perubahan jarak yang terukur dianggap sangat kecil dan tidak signifikan.
Baca Juga: Gunungapi Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 19.584 Meter
Status Siaga (Level III) Tetap Diberlakukan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi.











