Ia juga mengingatkan bahwa tantangan bagi generasi muda saat ini semakin besar, mulai dari persaingan lapangan kerja hingga arus digitalisasi yang masif.
Baca Juga: Warga dan Pemkot Pontianak Bersihkan Parit Tokaya, Cegah Banjir dan Pencemaran
Oleh karena itu, ia mendorong pemuda untuk terus berkolaborasi dan menjalin komunikasi yang baik.
“Pemuda jangan cengeng, jangan pesimis. Kuncinya ada pada kolaborasi dan komunikasi. Dengan bersatu, kita bisa menghadapi tantangan apa pun,” tegasnya, didampingi Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin.
Edi juga menyampaikan bahwa aspirasi pemuda sangat penting dalam pembangunan kota, baik melalui aksi sosial maupun melalui saluran demokratis.
“Silakan sampaikan pendapat dengan cara yang tertib, tegas boleh, tapi jangan anarkis. Pemuda itu kritis, dan itu baik, asalkan disampaikan secara santun,” jelasnya.
Aksi gotong royong di Tanjung Hilir ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peduli lingkungan yang sejalan dengan perayaan World Clean Up Day.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Drainase Cegah Genangan
Selain melibatkan pemuda KNPI, kegiatan ini juga diikuti oleh lurah, perangkat kecamatan, serta masyarakat setempat.
Di akhir kegiatan, Edi menyampaikan harapannya agar kebersihan menjadi budaya bagi masyarakat Pontianak.
“Kalau kebersihan sudah jadi budaya, bukan hanya kota ini lebih sehat dan indah, tapi juga membentuk karakter warganya. Dan saya ingin semangat itu dimotori oleh pemuda,” pungkasnya.
(*Red/Kominfo)
















