Bencana di Indonesia: Karhutla dan Cuaca Ekstrem Mendominasi Awal September

Angin puting beliung melanda Desa Tiga Pulau, Kabupaten Tojo Una Una, Provinsi Sulawesi Tengah menyebabkan kerusakan rumah warga pada hari Sabtu (6/9) pukul 03.00 WITA.
Angin puting beliung melanda Desa Tiga Pulau, Kabupaten Tojo Una Una, Provinsi Sulawesi Tengah menyebabkan kerusakan rumah warga pada hari Sabtu (6/9) pukul 03.00 WITA. Foto: HO/Faktakalbar.id

Bencana ini merendam 199 rumah dan satu akses jalan.

“Berdasarkan pemantauan visual terkini di lokasi kejadian, banjir telah surut dan masyarakat membersihkan material banjir di rumah masing-masing.” bunyi Laporan BPBD setempat.

Di Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan empat hektar lahan di Desa Candirejo, Semarang, pada Sabtu (6/9).

Penyebab kebakaran masih diselidiki. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Semarang berhasil memadamkan api pada Minggu (7/9).

Melihat situasi ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berbagai upaya mitigasi dapat dilakukan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Berbagai upaya mitigasi dapat dilakukan dengan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, menjaga kebersihan area sungai, membuat tempat penampungan air maupun tanggul pembatas antara pemukiman warga dengan daerah aliran sungai, memeriksa kembali kondisi infrastruktur rumah serta memotong material pohon rimbun dalam mengantisipasi cuaca ekstrem,” jelas BNPB.

BNPB juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat titik api kepada petugas berwenang dan tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah atau membuang puntung rokok di area lahan kering.

Baca Juga: Laporan Peringatan Dini BNPB: Waspada Ancaman Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering

Pentingnya kewaspadaan bencana di Indonesia menjadi poin utama dari imbauan ini.

(*Red)