Faktakalbar.id, PONTIANAK – Tortikolis atau leher miring merupakan gangguan otot pada leher yang menyebabkan kepala miring ke salah satu sisi akibat kekakuan otot sternocleidomastoid (SCM).
Kondisi ini dapat dialami sejak lahir atau muncul di kemudian hari, baik pada bayi maupun orang dewasa.
Baca Juga: Curi iPhone 13 Pro Max di Rumah Sakit Pontianak, Residivis Nekat Jual Rp1,2 Juta di Facebook
Hal ini disampaikan oleh fisioterapis Dewi Larasati Tristiana saat memberikan edukasi kesehatan kepada pasien di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Senin (23/06/2025).
“Tortikolis bisa terjadi sejak lahir, dikenal sebagai congenital tortikolis, atau muncul kemudian dalam kehidupan. Ada juga tortikolis idiopatik, yaitu kondisi tanpa penyebab yang jelas,” jelasnya.
Pada bayi, tortikolis kerap disebabkan oleh posisi tubuh dalam kandungan atau trauma saat persalinan.
Sedangkan pada orang dewasa, faktor pencetus bisa berupa postur tubuh buruk, cedera, peradangan, stres, hingga gangguan neurologis.
Gejala utama dari tortikolis meliputi posisi kepala miring atau terpuntir, nyeri dan kekakuan otot leher, keterbatasan gerakan kepala, hingga dagu mengarah ke satu sisi. Beberapa penderita juga mengalami sakit kepala dan pembengkakan otot leher.
Baca Juga: RSUD SSMA Edukasi Masyarakat Tentang Inkontinensia Urine
















