Banjir dan Longsor Terjadi di Halmahera Selatan
Di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, hujan lebat dan angin kencang pada Selasa malam (3/6) menyebabkan banjir yang berdampak pada 11 desa di tiga kecamatan.
Sebanyak 487 rumah terdampak, dengan total korban mencapai 2.243 jiwa. Kondisi banjir sudah surut pada Kamis (5/6).
Tanah longsor juga terjadi di tiga desa berbeda di kabupaten yang sama. Longsor tersebut menyebabkan 10 kepala keluarga (33 jiwa) terdampak.
Hingga Kamis (5/6), proses penanganan masih berlangsung.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.
Baca Juga: BNPB Catat Banjir, Angin Kencang, dan Longsor di Sejumlah Daerah Jelang Juni
Imbauan BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Karhutla
BNPB melalui keterangan resminya mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, petir, dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem antara lain DKI Jakarta, Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Kepulauan Riau, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur.
BNPB juga mencatat sejumlah wilayah dengan tingkat kemudahan terbakar yang tinggi, termasuk Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.
Seluruh elemen pentaheliks diminta untuk aktif melakukan upaya pencegahan dini terhadap karhutla guna menghindari penyebaran api yang cepat dan meluas.
Baca Juga: BNPB: Banjir, Angin Kencang, dan Karhutla Terjadi di Sejumlah Wilayah Jelang Akhir Mei





















