PETI di Sekadau Makin Terang-Terangan, Warga Pertanyakan Sikap Aparat Penegak Hukum

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Peniti, Sekadau Hilir, makin terang-terangan. Suara mesin dompeng terdengar setiap hari, warga pertanyakan sikap aparat penegak hukum. (Dok. Ist)
Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Peniti, Sekadau Hilir, makin terang-terangan. Suara mesin dompeng terdengar setiap hari, warga pertanyakan sikap aparat penegak hukum. (Dok. Ist)

Sumber dari lapangan mengungkapkan bahwa praktik PETI ini diduga terlindungi oleh semacam sistem “iuran” ke oknum.

“Kabarnya ada setoran bulanan agar tidak diganggu. Ini yang bikin warga frustrasi. Sudah tahu ilegal, tapi dibiarkan,” katanya.

Ketika diminta konfirmasi lebih lanjut, aparat setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi ini. Minimnya tindakan hukum di lapangan memunculkan kesan pembiaran, meskipun bukti aktivitas berlangsung secara kasatmata.

Baca Juga: Polisi Diminta Gelar Penyelidikan dan Penyidikan Terhadap AS, Diduga Pemodal Utama Tambang Ilegal Kalbar

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun kepolisian setempat untuk menghentikan aktivitas PETI di Desa Peniti.

Sementara itu, kekhawatiran masyarakat soal kerusakan lingkungan dan pencemaran terus meningkat, terutama terhadap sungai dan lahan produktif di sekitar area tambang.

(Tim)