“Kami sebenarnya sudah ada wacana dan memang sudah disiapkan bahwa nantinya kita harus menjadi bank devisa. Kenapa demikian? Karena kalau sudah menjadi bank devisa, maka seluruh transaksi bukan hanya menggunakan rupiah, tapi juga mata uang asing,” ujarnya saat ditemui di Gedung Diklat Dana Pensiun Bank Kalbar, Selasa (6/5/2025).
Ia pun menyampaikan bahwa rencana ini juga dapat didukung dengan jumlah jemaah haji dan umroh asal Kalimantan Barat yang tidak sedikit, bahkan terus bertambah setiap tahunnya.
“Seperti kita ketahui bersama juga bahwa jemaah haji dan umroh dari Kalbar itu tidak sedikit. Itu menjadi duta-duta dari Indonesia, khususnya Kalimantan Barat bahwa Kalimantan Barat itu memiliki ekonomi yang bagus. Itu sebenarnya tujuannya. Berkaitan dengan ini kita akan segera upayakan kedepannya,” jelasnya. (mro)
Baca juga: Bank Kalbar Bukukan Laba Bersih Rp183,12 Miliar Di Catur Wulan I 2025
















