Tim langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan aparat desa setempat. Sebuah unit alat berat ekskavator dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsor, sementara Tim SAR gabungan fokus melakukan pencarian korban di area longsoran serta sepanjang jalur sungai.
Berbagai pihak turut terlibat dalam penanganan darurat ini, di antaranya BPBD Kabupaten Subang, TNI, POLRI, BASARNAS, Tagana Subang, Puskesmas Sagalaherang, aparat desa, serta komunitas relawan seperti Destana Ciater, Destana Dawuan Kidul, Potsar Purwakarta, Brigana Purwakarta, Rentant Purwakarta, Nirbaya Purwakarta dan Nirbaya Subang. Warga dan aparat Kecamatan Sagalaherang juga turut membantu.
Hingga Minggu (13/4) pukul 09.30 WIB, kondisi di lapangan masih dalam penanganan, dan proses pencarian terhadap korban yang hilang terus dilakukan. BNPB terus memantau perkembangan di lapangan serta mendukung penanganan bersama lintas sektor agar penanggulangan berjalan efektif dan cepat.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi terjadi dalam durasi lebih dari satu jam. Segera evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau suara gemuruh dari lereng.(rfk/*pusdatin bnpb)
















