faktakalbar

Waspada !, Kalbar Masuk Provinsi Terdampak El Nino

Penulis: Redaksi Monday, 01 May 2023 📖 2 menit
Waspada !, Kalbar Masuk Provinsi Terdampak El Nino

*Kemarau Panjang dan Karhutla Bakal Menghantui

Seluruh pemerintah daerah termasuk Kalimantan Barat diminta bersiap menghadapi kemarau panjang yang bakal menyebabkan kekeringan disertai ancaman Karhutla. Hal ini dikarenakan siklus El Nino bakal melanda Indonesia mulai Mei 2023. El Nino yang merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal di Samudera Pasifik diprediksi akan melanda Indonesia pada Agustus 2023.

Seperti dilansir Fakta Kalbar dari Liputan6. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun meminta semua pihak bersiap menghadapi kemarau panjang ini.  Menko Luhut mengatakan, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus bersiap melakukan upaya mitigasi menghadapi El Nino. Berdasarkan pengalaman di 2015, El Nino berpotensi menyebabkan dampak kekeringan yang luas, termasuk juga kebakaran hutan dan lahan yang.

Dengan kekeringan ini akan membuat produksi pangan terdampak sehingga sangat berpotensi meningkatkan angka inflasi. Hal inilah yang diminta oleh Menko Luhut untuk diantisipasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG memprediksi mayoritas wilayah di Indonesia akan menghadapi musim kemarau atau kekeringan panjang mulai Maret 2023. Puncaknya, sebanyak 32 dari total 34 provinsi akan dilanda musim kering pada Agustus 2023 mendatang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jarot Widyoko menyampaikan, indikasi kekeringan itu dapat dilihat dari cuaca, dimana tingkat intensitas hujan yang berada di bawah 100 mm per bulan.

"Sudah kami ringkas, di bulan Maret ada 4 provinsi dimana intensitas hujannya di bawah 100 mm. Ini sudah masuk kekeringan," kata Jarot.

Jarot mengatakan, jumlah itu akan terus bertambah jadi 8 provinsi pada April, 19 provinsi di Mei, 21 provinsi di Juni, dan 29 provinsi pada Juli. "Agustus itu musim yang paling kering nanti," ungkapnya.

Menurut data yang didapat Liputan6.com dari Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, akan ada sebanyak 32 provinsi yang dilanda kekeringan pada Agustus 2023 mendatang. Tercatat hanya Riau dan Papua Barat saja yang punya intensitas hujan di atas 100 mm per bulan.

Berikut daftar 32 provinsi yang akan diterjang kekeringan pada Agustus 2023:

Sumatera

Aceh

Bangka Belitung

Bengkulu

Kepulauan Riau

Jambi

Sumatera Barat

Sumatera Utara

Lampung

Sumatera Selatan

Jawa

Banten,

DKI Jakarta,

Jawa Barat,

Jawa Tengah,

DI Yogyakarta,

Jawa Timur

Kalimantan

Kalimantan Barat,

Kalimantan Tengah,

Kalimantan Selatan,

Kalimantan Timur dan Utara

Sulawesi

Sulawesi Selatan,

Sulawesi Tengah,

Sulawesi Tenggara,

Gotontalo,Sulawesi Utara

Bali dan Nusa Tenggara

Bali,

Nusa Tenggara Barat (NTB),

Nusa Tenggara Timur (NTT)

Maluku dan Papua

Maluku,

Maluku Utara,

Papua,

Papua Selatan

Sekjen Organisasi Meteorologi Dunia menyatakan bahwa fenomena La Nina yang telah terjadi selama tiga tahun berturut-turut dan membawa cuaca lebih basah akhirnya telah berakhir.

Sebagai gantinya, El Nino akan membawa suhu menjadi tinggi sehingga membuat cuaca menjadi lebih kering. Berdasarkan data yang dihimpun, suhu laut juga telah mencapai rekor tertingginya setelah terakhir terjadi pada tahun 2016. Belum lagi gelombang panas yang mendorong rekor suhu tertinggi di Asia akhir-akhir ini.

“Dari pemodelan cuaca yang kami dapatkan El Nino diprediksi akan terjadi pada Agustus 2023 meski ketidakpastian tingkat keparahan El Nino masih sangat tinggi,” ungkapnya. (rfk/ind)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK