Usut Dugaan Pemukulan Mahasiswa di Pontianak Saat Demo, Polda Kalbar Uji Video Forensik dan Periksa Saksi
Faktakalbar.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat menerjunkan tim Laboratorium Forensik guna menganalisis keaslian rekaman video dugaan pemukulan terhadap sejumlah mahasiswa saat demonstrasi di Pontianak
Faktakalbar.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat menerjunkan tim Laboratorium Forensik guna menganalisis keaslian rekaman video dugaan pemukulan terhadap sejumlah mahasiswa saat demonstrasi di Pontianak, Selasa (20/10/2026).
Pemeriksaan digital forensik tersebut dilakukan untuk menguji apakah bukti visual yang beredar di media sosial merupakan rekaman murni atau hasil manipulasi teknologi.
Selain uji laboratorium, penyidik kepolisian telah menginterogasi empat orang saksi guna mengumpulkan keterangan mengenai kericuhan di Kantor Gubernur Kalbar hingga Bundaran Digulis Untan.
Analisis rekaman video difokuskan untuk memperjelas identifikasi karakteristik wajah para pelaku pemukulan yang diduga merupakan oknum anggota organisasi kemasyarakatan.
Jumlah saksi yang dimintai keterangan dipastikan terus bertambah seiring pengumpulan petunjuk baru di lokasi kejadian.
Kejelasan keaslian rekaman video diposisikan sebagai alat bukti kunci dalam menentukan status hukum peristiwa kekerasan fisik tersebut.
“Ini masih dalam proses penyelidikan, yaitu klarifikasi. Sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak empat orang saksi. Kemungkinan jumlah saksi ini akan terus bertambah,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Bambang Suharyono, Jumat (6/11/2026).
“Video forensik ini sangat dibutuhkan, terutama untuk verifikasi apakah video yang didapat sebagai barang bukti merupakan hasil editan atau karya melalui teknologi tertentu dan lain sebagainya,” jelasnya.
“Ini juga sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi pelaku. Itu bisa untuk memperjelas, misalkan bentuk muka, identifikasi yang lainnya,” tambah Bambang.
Insiden pemukulan itu bermula saat aksi unjuk rasa elemen mahasiswa lintas kampus di halaman Kantor Gubernur Kalbar berujung ketegangan.
Bentrokan fisik berlanjut hingga kawasan Bundaran Digulis Untan tempat sejumlah oknum berpakaian preman melakukan penganiayaan.
Penyidikan independen dipastikan terus menguji seluruh bukti fisik demi mengungkap dalang dan pelaku pemukulan secara transparan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.