faktakalbar

Lonjakan Pasien RSUD Soedarso Tembus 277 Ribu Orang, Beban Layanan Medis Kalbar Meningkat

Faktakalbar.id - Beban pelayanan kesehatan di RSUD Soedarso Pontianak meningkat signifikan sepanjang 2025 dengan total kunjungan pasien mencapai 277.456 orang.

Penulis: Wati Saturday, 07 November 2026 📖 1 menit
Lonjakan Pasien RSUD Soedarso Tembus 277 Ribu Orang, Beban Layanan Medis Kalbar Meningkat
Aktivitas pelayanan medis di RSUD Soedarso Pontianak yang mencatatkan kenaikan jumlah kunjungan pasien hingga 25 persen. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Beban pelayanan kesehatan di RSUD Soedarso Pontianak meningkat signifikan sepanjang 2025 dengan total kunjungan pasien mencapai 277.456 orang.

Jumlah tersebut melonjak sekitar 25 persen dibandingkan angka kunjungan sepanjang 2024 yang tercatat sebanyak 222.603 pasien.

Kenaikan drastis ini turut membebankan layanan kegawatdaruratan di mana kunjungan IGD saja menembus angka 32.046 pasien dalam kurun waktu satu tahun.

Terbatasnya kapasitas tempat tidur IGD yang hanya berjumlah 25 unit menjadi tantangan berat dalam menampung volume pasien harian.

Kondisi ini mendesak adanya penambahan sarana infrastruktur serta percepatan proses pemulihan dan pemindahan pasien ke ruang perawatan reguler.

Peningkatan ketergantungan masyarakat Kalimantan Barat terhadap fasilitas kesehatan rujukan utama ini memicu penurunan kecepatan durasi penanganan awal.

“Secara kapasitas memang tempat tidur di IGD Soedarso ini sekitar 25 tempat tidur. Namun, rata-rata dalam satu hari sekitar 80 sampai 100 pasien masuk melalui IGD. Sehingga tingkat kepadatannya sangat tinggi atau overcapacity, yang menyebabkan waktu tunggunya melebihi target yang sudah ditentukan dalam layanan kegawatdaruratan,” kata Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjahyadi.

“Sekarang ini masih berebut antara level 2, dan 3 dengan level 1, yang seharusnya bisa dilayani di rumah sakit jejaring kita. Ini perlu perbaikan tata kelola rujukan,” jelasnya.

“Informasi ini juga perlu disampaikan kepada masyarakat, bahwa untuk penyakit-penyakit yang masih memungkinkan dilayani di rumah sakit tipe C, sebaiknya mencari pelayanan yang terdekat,” katanya.

Pengembangan kapasitas ruang inap serta penguatan fasilitas medis di rumah sakit daerah non-rujukan menjadi solusi mendesak yang dibutuhkan.

Tingginya angka keterisian fasilitas kesehatan menggambarkan makin meningkatnya kebutuhan akses pengobatan medis warga di wilayah Kalbar.

Evaluasi komprehensif terhadap pemerataan tenaga medis dan sarana pendukung terus disuarakan guna menjaga mutu pelayanan publik.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK