IGD RSUD Soedarso Pontianak Overcapacity, Sistem Rujukan Berjenjang Disorot
Faktakalbar.id - Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soedarso Pontianak mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) ekstrem akibat lonjakan pasien hingga 100 orang per hari meski hanya memiliki 25 tempat tidur.
Faktakalbar.id - Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soedarso Pontianak mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) ekstrem akibat lonjakan pasien hingga 100 orang per hari meski hanya memiliki 25 tempat tidur.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada memanjangnya waktu tunggu penanganan medis melebihi standar target pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit rujukan utama Kalimantan Barat tersebut.
Tingginya kepadatan fasilitas gawat darurat ini dipicu oleh lemahnya penyaringan sistem rujukan berjenjang di tingkat daerah.
Hampir 50 persen pasien yang memadati IGD RSUD Soedarso teridentifikasi masih memiliki indikasi medis yang dapat ditangani di rumah sakit tipe C.
Penumpukan pasien kategori level 1 dan 2 yang bercampur dengan kondisi gawat darurat level 3 menyebabkan perebutan kapasitas ruang rawat darurat.
Pihak pengelola rumah sakit mendorong pembenahan mendasar pada tata kelola rujukan agar penanganan medis berjalan lebih merata dan efektif.
“Secara kapasitas memang tempat tidur di IGD Soedarso ini sekitar 25 tempat tidur. Namun, rata-rata dalam satu hari sekitar 80 sampai 100 pasien masuk melalui IGD. Sehingga tingkat kepadatannya sangat tinggi atau overcapacity, yang menyebabkan waktu tunggunya melebihi target yang sudah ditentukan dalam layanan kegawatdaruratan,” kata Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjahyadi.
“Sekarang ini masih berebut antara level 2, dan 3 dengan level 1, yang seharusnya bisa dilayani di rumah sakit jejaring kita. Ini perlu perbaikan tata kelola rujukan,” jelasnya.
“Informasi ini juga perlu disampaikan kepada masyarakat, bahwa untuk penyakit-penyakit yang masih memungkinkan dilayani di rumah sakit tipe C, sebaiknya mencari pelayanan yang terdekat,” katanya.
Pengoptimalan fasilitas kesehatan terdekat dipandang penting untuk mencegah penumpukan berlebih di rumah sakit rujukan tingkat provinsi.
Pembenahan sistem antrean serta percepatan alokasi pasien ke ruang rawat inap terus diupayakan untuk mengurai kepadatan IGD.
Masyarakat mengimbau agar faskes jejaring tipe C lebih responsif dalam menampung pasien sesuai dengan kewenangan kelas rumah sakit.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.