faktakalbar

Trump Buka Peluang Rebut Terusan Panama dan Greenland dengan Kekuatan Militer

Penulis: Redaksi Wednesday, 08 January 2025 📖 2 menit
Trump Buka Peluang Rebut Terusan Panama dan Greenland dengan Kekuatan Militer
WASHINGTON , D. C - Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan kontroversial dengan membuka peluang penggunaan kekuatan militer untuk merebut Terusan Panama dan Greenland. Dalam konferensi pers pada Selasa (7/1), Trump tidak menutup kemungkinan langkah militer atau ekonomi guna menguasai kedua wilayah tersebut. Trump mengklaim bahwa penguasaan Terusan Panama dan Greenland diperlukan demi kepentingan keamanan ekonomi dan nasional Amerika Serikat. "Saya tidak bisa meyakinkan Anda mengenai salah satu dari keduanya. Tapi saya bisa mengatakan bahwa kita membutuhkannya untuk keamanan ekonomi," ujar Trump dalam pernyataan yang dikutip Reuters. Trump sebelumnya telah menyatakan niatnya untuk mengambil alih Terusan Panama, yang dianggapnya terlalu mahal bagi kapal-kapal AS akibat tarif yang dipatok oleh otoritas Panama. Pada Desember lalu, Trump menyatakan bahwa jika Panama tidak dapat memastikan operasional terusan yang efisien dan andal, maka jalur perdagangan strategis itu lebih baik dikembalikan kepada AS. "Kami akan menuntut agar Terusan Panama dikembalikan kepada kami, secara penuh, dan tanpa pertanyaan," tegas Trump pada 21 Desember lalu. Terusan Panama merupakan jalur penting bagi perdagangan global, khususnya bagi AS dalam pemindahan barang antara Samudra Atlantik dan Pasifik. AS sendiri memiliki sejarah panjang dengan Terusan Panama, yang pertama kali dibangun dengan bantuan Amerika pada 1914 dan akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah Panama pada 1999 berdasarkan perjanjian yang ditandatangani oleh Presiden Jimmy Carter pada 1977. Namun, Presiden Panama Joe Raul Mulino menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerahkan terusan tersebut kepada AS, dengan menyatakan bahwa setiap wilayah di sekitar terusan "merupakan milik Panama dan akan tetap menjadi milik Panama." Selain Terusan Panama, Trump juga mengungkapkan ambisi lama untuk menguasai Greenland, wilayah otonom Denmark. Sejak 2019, Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk membeli Greenland dari Denmark, namun mendapat penolakan keras dari pemerintah Denmark dan otoritas Greenland. "Demi tujuan keamanan nasional dan kebebasan di seluruh dunia, Amerika Serikat memandang memiliki dan mengendalikan Greenland sebagai kebutuhan yang mutlak," kata Trump melalui akun media sosialnya di Truth Social. Sebagai bentuk tekanan, Trump bahkan mengusulkan tarif terhadap Denmark jika negara tersebut menolak untuk menjual Greenland kepada AS. Namun, Denmark tetap teguh pada pendiriannya bahwa Greenland tidak akan dijual kepada pihak mana pun. Pernyataan Trump ini kembali memicu perdebatan global mengenai kebijakan luar negeri dan strategi ekonomi AS di bawah kepemimpinannya. Sementara itu, pihak oposisi dan komunitas internasional menilai langkah tersebut sebagai tindakan agresif yang dapat memicu ketegangan geopolitik lebih lanjut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK