faktakalbar

Truk Logistik Padati Jalan Pontianak, Optimalisasi Pelabuhan Kijing Dinilai Mendesak

Faktakalbar.id - Optimalisasi Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah dinilai menjadi salah satu langkah untuk mengurangi lalu lintas kendaraan berat di pusat Kota Pontianak.

Penulis: Wati Monday, 12 October 2026 📖 2 menit
Truk Logistik Padati Jalan Pontianak, Optimalisasi Pelabuhan Kijing Dinilai Mendesak
Ilustrasi - Aktivitas kendaraan angkutan barang di Pontianak menjadi salah satu persoalan yang mendorong perlunya penataan distribusi logistik dan optimalisasi Pelabuhan Internasional Kijing. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Optimalisasi Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah dinilai menjadi salah satu langkah untuk mengurangi lalu lintas kendaraan berat di pusat Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, aktivitas truk distribusi masih berkaitan erat dengan kegiatan bongkar muat di pelabuhan sungai yang berada di dalam kota.

Selama aktivitas logistik masih bertumpu pada pelabuhan tersebut, kendaraan pengangkut barang akan tetap melewati sejumlah jalan utama yang juga digunakan masyarakat.

“Arus lalu lintas ini tergantung pada aktivitasnya. Kenapa truk melewati kawasan Tanjungpura? Karena pelabuhan sungai ada di sini,” ujarnya.

Menurut Edi, pergerakan truk tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan pengiriman barang antara pelabuhan, gudang, dan pusat distribusi.

Sejumlah gudang tujuan distribusi berada di kawasan Ambawang dan Jalan Ayani II, sehingga kendaraan berat perlu melintasi jaringan jalan yang menghubungkan kawasan tersebut.

Kondisi itu membuat pengaturan lalu lintas saja dinilai belum cukup untuk mengatasi kepadatan kendaraan berat di pusat kota.

Penataan sistem distribusi barang diperlukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa terus menambah beban lalu lintas di jalan perkotaan.

Salah satu pilihan yang dinilai penting ialah mengoptimalkan Pelabuhan Internasional Kijing sebagai simpul logistik di luar pusat Kota Pontianak.

Selain pelabuhan, pembangunan jalan lingkar, jalan tol, dan jalur penghubung berkapasitas besar juga dipandang perlu untuk mendukung pergerakan kendaraan angkutan barang.

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memisahkan arus kendaraan logistik dari lalu lintas harian masyarakat, meski pelaksanaannya membutuhkan perencanaan dan koordinasi lintas wilayah.

Edi mengatakan, keterbatasan lahan dan kondisi tata ruang menjadi tantangan dalam menyediakan jalur khusus bagi kendaraan berat.

Karena itu, pengembangan infrastruktur perlu terhubung dengan pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di Kalimantan Barat, bukan hanya berfokus pada wilayah Pontianak.

Konektivitas antarkawasan menjadi faktor penting karena kegiatan bongkar muat dan distribusi barang melibatkan wilayah yang saling terhubung.

Jika sistem logistik dapat ditata lebih terintegrasi, kendaraan pengangkut barang diharapkan memiliki alternatif jalur yang tidak seluruhnya melewati pusat kota.

Namun, optimalisasi pelabuhan dan pembangunan jalan penghubung membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar perpindahan arus logistik benar-benar mengurangi tekanan pada jalan perkotaan.

Persoalan tersebut menunjukkan bahwa penanganan kemacetan di Pontianak tidak hanya berkaitan dengan pengaturan kendaraan, tetapi juga dengan lokasi kegiatan logistik dan konektivitas antarkawasan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK