faktakalbar

76 Persen Sampah Pontianak Berupa Organik, Pengolahan Jadi Pupuk Mulai Dijajaki

Faktakalbar.id - Produksi sampah di Kota Pontianak mencapai 450 hingga 500 ton per hari, sementara pemerintah kota menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 200 hingga 300 ton per hari.

Penulis: Wati Sunday, 11 October 2026 📖 1 menit
76 Persen Sampah Pontianak Berupa Organik, Pengolahan Jadi Pupuk Mulai Dijajaki
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan rencana pembangunan TPST berkapasitas 200 hingga 300 ton per hari saat peringatan World Cleanup Day 2026 di Taman Digulis Untan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Produksi sampah di Kota Pontianak mencapai 450 hingga 500 ton per hari, sementara pemerintah kota menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 200 hingga 300 ton per hari.

Rencana tersebut disertai penjajakan kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan rencana itu saat membuka puncak peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Taman Digulis Universitas Tanjungpura, Minggu (11/10/2026).

Menurut Edi, sekitar 76 persen sampah di Pontianak merupakan sampah organik, sedangkan 17,3 persen berupa plastik.

Komposisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang mengutamakan pemilahan dan pemanfaatan kembali.

“Ke depan, kita akan membangun pusat pengelolaan sampah terpadu yang kapasitasnya bisa mencapai 200 hingga 300 ton per hari. Kita juga sudah menjajaki kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan untuk taman-taman kota,” ujarnya.

Dengan kapasitas yang direncanakan, TPST tersebut ditujukan untuk mengolah sebagian dari total sampah harian yang dihasilkan masyarakat Pontianak.

Namun, rencana pembangunan fasilitas itu belum disertai informasi mengenai jadwal konstruksi, lokasi, kebutuhan anggaran, maupun target operasional.

Selain pembangunan fasilitas, Edi menilai pengurangan sampah perlu dilakukan sejak dari rumah tangga melalui pemilahan dan pemanfaatan bank sampah.

“Kegiatan WCD ini jangan hanya sekadar seremoni. Ini harus menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan. Membuang sampah sembarangan tidak boleh lagi ada di Pontianak. Kalau ada warga yang punya ide cemerlang soal sampah, silakan sampaikan langsung kepada saya. Saya sangat serius menangani ini,” tegasnya.

Pemerintah kota juga mendorong pemanfaatan sampah organik agar tidak seluruhnya berakhir sebagai residu yang harus ditangani.

Rencana tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjawab persoalan volume sampah harian yang terus membutuhkan fasilitas pengolahan dan keterlibatan masyarakat.

Keberhasilan pengelolaan sampah nantinya bergantung pada kesiapan fasilitas, pelaksanaan kerja sama, serta kebiasaan warga dalam memilah sampah dari sumbernya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK