faktakalbar

Titik Api Berada di Puncak, Kebakaran Lahan di Bukit Matok Melawi Ancam Vegetasi Perbukitan

Faktakalbar.id - Tim gabungan menerjunkan patroli drone guna memetakan sebaran titik api saat memadamkan karhutla di Bukit Matok pada Rabu (12/8/2026).

Penulis: Natash Thursday, 13 August 2026 📖 1 menit
Titik Api Berada di Puncak, Kebakaran Lahan di Bukit Matok Melawi Ancam Vegetasi Perbukitan
Petugas gabungan mengangkut peralatan pemadaman menuju puncak bukit untuk menanggulangi kebakaran lahan di kawasan Bukit Matok. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, hingga relawan berjibaku menembus puncak bukit guna memadamkan kebakaran lahan di Bukit Matok yang berkobar sejak Rabu (12/8/2026) siang.

Laporan peristiwa kebakaran di kawasan perbukitan tersebut pertama kali diterima petugas sekitar pukul 12.00 WIB.

Petugas gabungan dilaporkan masih terus bertahan di area perbukitan hingga Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB untuk menjinakkan kobaran api.

Proses pemadaman menghadapi rintangan berat akibat posisi titik api yang berada tepat di puncak bukit.

Selain berada di ketinggian, lokasi kebakaran juga sangat jauh dari akses sumber air pendukung pemadaman.

Hembusan angin kencang di atas bukit memicu api cepat membesar dan menyulitkan pergerakan petugas di lapangan.

Berbagai unsur penanggulangan bencana seperti BPBD, TNI, Polri, PMI, Damkar gabungan, dan relawan bahu-membahu melokalisasi perambatan api.

Penanganan kebakaran lahan di Bukit Matok dilakukan secara marathon agar kobaran api tidak meluas ke area pemukiman atau vegetasi sekitar.

Tim pemadam mengimbau warga sekitar untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan angin yang membawa percikan api.

Pemantauan intensif di area perbukitan tersebut bakal terus dilanjutkan hingga seluruh titik panas dipastikan benar-benar padam sepenuhnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK