SMKN 1 Semparuk Pamerkan Karya dari 11 Program Keahlian dalam Expo 2026 di Sambas
Faktakalbar.id - SMK Negeri 1 Semparuk, Kabupaten Sambas, memamerkan hasil karya dan kompetensi siswa dari 11 program keahlian dalam Expo dan Job Fair 2026 yang berlangsung pada 20–23 Oktober.
Faktakalbar.id - SMK Negeri 1 Semparuk, Kabupaten Sambas, memamerkan hasil karya dan kompetensi siswa dari 11 program keahlian dalam Expo dan Job Fair 2026 yang berlangsung pada 20–23 Oktober.
Pameran tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk memperlihatkan keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran sesuai bidang masing-masing.
Sebanyak 11 program keahlian yang ditampilkan meliputi Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Teknik Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Pengelasan.
Selain itu, terdapat program keahlian Perhotelan, Bisnis Digital, Desain Komunikasi Visual, Desain Produksi Busana, Akuntansi, serta Manajemen Logistik.
Beragam bidang tersebut menunjukkan cakupan keterampilan yang dipelajari siswa, mulai dari pengolahan hasil pertanian dan teknik otomotif hingga teknologi digital, desain, serta pengelolaan bisnis.
Kepala SMKN 1 Semparuk, Indro Wiretno, mengatakan pameran tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperlihatkan kemampuan dan kreativitas mereka.
“Pameran ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, serta hasil pembelajaran sesuai bidang keahlian masing-masing,” ujar Indro.
Expo dan Job Fair 2026 dibuka oleh Indro pada Selasa, 20 Oktober, dengan dihadiri Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Samsuni, serta perwakilan pemerintah dan dunia usaha.
Dalam kegiatan yang sama, sekolah juga menghadirkan tiga perusahaan, yakni PT Fajar Kita Kusuma, PT Aneka Makmur Sejahtera (Yamaha), dan PT Trans Hybrid.
Kehadiran perusahaan tersebut mempertemukan kegiatan pameran kompetensi siswa dengan upaya memperluas akses kerja bagi alumni.
Samsuni mengatakan Expo dan Job Fair di SMKN 1 Semparuk merupakan kegiatan tahunan yang dinilainya penting bagi pendidikan vokasi.
“Bertapa pentingnya kegiatan Expo dan Job Fair ini agar sekolah vokasi dapat melakukan link and match antara pendidikan vokasional dan dunia kerja. Berbagai cara dapat dilakukan, salah satunya dengan kerjasama bersama perusahaan,” ujarnya.
Kesesuaian antara pembelajaran dan kebutuhan industri menjadi salah satu tantangan pendidikan kejuruan dalam mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja.
Pameran hasil karya dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kemampuan siswa kepada masyarakat dan calon mitra industri.
Sementara itu, keterlibatan perusahaan membuka kesempatan bagi sekolah untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan Expo dan Job Fair tersebut dijadwalkan berakhir pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.