faktakalbar

Skandal Dosen di Mataram: Modus Zikir Alat Kelamin Jerat Mahasiswa

Penulis: Redaksi Friday, 03 January 2025 📖 1 menit
Skandal Dosen di Mataram: Modus Zikir Alat Kelamin Jerat Mahasiswa
MATARAM – Seorang dosen aktif di dua perguruan tinggi di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terjerat kasus pelecehan seksual terhadap banyak mahasiswa laki-laki. Modus yang digunakan pelaku, berinisial RL, adalah dengan menyebut ritual zikir sebagai dalih untuk mendekati dan melecehkan korban. Menurut laporan yang diterima Polda NTB, Senin, (31/12/2024) RL pertama-tama mendekati korban dengan beragam pendekatan, termasuk mengikuti diskusi ilmiah yang sering dihadiri para mahasiswa tersebut. Setelah mendapatkan kepercayaan korban, pelaku menawarkan konsep “zikir zakar,” yang disebutnya sebagai bentuk ritual spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. “Pelaku mengatakan bahwa zikir ini bertujuan untuk membersihkan diri dan memfokuskan ibadah pada organ tubuh tertentu yang dianggap vital, yaitu alat kelamin,” ujar Sabri, pendamping korban dari LSM Sasaka Nusantara Lombok Barat. Pelaku melancarkan aksinya dengan dua cara utama. Pertama, ia mencabuli korban melalui sentuhan langsung dengan dalih membersihkan dosa-dosa mereka. Kedua, pelaku menawarkan “mandi suci” yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit spiritual atau fisik korban. “Dia menyebut mandi itu sebagai metode pengobatan untuk korban yang katanya memiliki kesalahan di masa lalu,” lanjut Sabri. Akibat aksi bejat ini, para korban mengalami trauma berat. Beberapa korban bahkan mengalami perubahan orientasi seksual akibat tekanan yang mereka alami. “Ada korban yang sampai tidak lagi tertarik pada perempuan karena merasa dirusak secara psikologis,” tambah Sabri. Ia juga menyebut bahwa pelaku cenderung memilih korban yang berpenampilan menarik dan gagah secara fisik. Kasus ini tengah ditangani oleh Polda NTB, sementara RL dilaporkan masih aktif mengajar. Pihak kepolisian diharapkan segera mengambil langkah hukum untuk melindungi korban lainnya dan memberikan keadilan bagi para korban yang telah melapor. “Harapannya, kasus ini segera diusut tuntas agar tidak ada lagi korban baru,” pungkas Sabri. Dalam perkembangan terbaru, saat berita ini dirilis, sudah tercatat 22 yang menjadi Korban oleh pelaku.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK