Sering Pemadaman Listrik di Kalbar, Pemeliharaan PLTU Bengkayang Minta Dipangkas Jadi 25 Hari
Faktakalbar.id - Maraknya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik di Kalimantan Barat memicu peninjauan langsung ke fasilitas PLTU Bengkayang pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Faktakalbar.id - Maraknya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik di Kalimantan Barat memicu peninjauan langsung ke fasilitas PLTU Bengkayang pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Langkah peninjauan lokasi pembangkit listrik tersebut ditempuh guna mencari solusi cepat atas krisis pasokan energi di wilayah tersebut.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendatangi langsung kompleks pembangkit guna menindaklanjuti gelombang protes warga setempat.
Norsan meminta manajemen PT PLN Persero mempercepat proses pemeliharaan rutin mesin pembangkit energi listrik.
Pekerjaan pengerjaan mesin yang semula ditargetkan rampung dalam waktu 54 hari diminta untuk dipangkas menjadi 25 hari.
Percepatan masa pengerjaan tersebut diharapkan membuat proses pemeliharaan selesai pada pertengahan November 2026 mendatang.
Jadwal perbaikan awal yang ditargetkan selesai pada 5 Desember 2026 dinilai terlalu lama bagi kebutuhan energi warga.
Langkah pemangkasan waktu perbaikan dinilai krusial agar aliran pasokan listrik warga tidak terganggu dalam jangka panjang.
Ria Norsan menekankan bahwa kedatangannya merupakan bentuk respon atas keresahan publik akibat pemadaman listrik yang berulang.
Ria Norsan berujar, "Masyarakat kan sekarang ribut kenapa listrik ini padam-padam, jadi kita untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat kita terhadap PLN."
Norsan menyoroti durasi pemeliharaan yang dinilai terlalu lama sehingga berdampak buruk pada aktivitas harian warga.
Pihak pengelola pembangkit diminta mengoptimalkan kinerja personel teknis di lapangan agar pengerjaan perbaikan dapat selesai lebih awal.
Direktur Operasi PLN Indonesia Power Muhammad Padang Dirgantara memberikan tanggapan terkait permintaan percepatan masa perbaikan tersebut.
Muhammad Padang Dirgantara menjelaskan bahwa unit PLTU Bengkayang menyumbang pasokan daya sebesar 12 hingga 14 persen bagi Sistem Khatulistiwa.
Kontribusi pasokan energi listrik sebesar itu dipasok secara optimal ketika kedua unit pembangkit beroperasi secara bersamaan.
Proses pemeliharaan mesin skala besar ini baru kembali dilakukan setelah pembangkit beroperasi nonstop selama tujuh tahun terakhir.
Pihak PLN menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan jadwal kerja teknisi demi memulihkan keandalan jaringan listrik di Kalimantan Barat.
Upaya percepatan perbaikan sarana pembangkit terus dikawal ketat demi menjamin ketersediaan daya listrik bagi seluruh pelanggan.
Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar selama proses perbaikan sarana pembangkit listrik terus berjalan di lapangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.