faktakalbar

Kompol Yoan Diamankan Propam Mabes Polri ke Jakarta

Kompol Yoan Febriawan, mantan Kasubdit Tipidter dan Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat, dikabarkan diamankan oleh Paminal Divisi Propam Mabes Polri ke Jakarta.

Penulis: TIM FK Thursday, 29 October 2026 📖 2 menit
Kompol Yoan Diamankan Propam Mabes Polri ke Jakarta

Faktakalbar.id - Kompol Yoan Febriawan, mantan Kasubdit Tipidter dan Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat, dikabarkan diamankan oleh Paminal Divisi Propam Mabes Polri ke Jakarta. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah perwira menengah Polri tersebut telah ditahan atau masih menjalani pemeriksaan.

Informasi tersebut diperoleh Fakta Kalbar dari sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sumber menyebut Yoan tidak pernah kembali ke Polda Kalbar sejak berangkat ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

“Sejak berangkat ke Jakarta untuk pemeriksaan di Mabes Polri, Yoan sampai sekarang tidak pernah kembali ke Polda Kalbar. Informasi yang saya dapat, dia diamankan Propam. Tetapi apakah statusnya ditahan atau tidak, saya tidak mengetahui secara pasti,” ujar sumber tersebut kepada Fakta Kalbar.

Informasi mengenai keberadaan Yoan di Jakarta ini semakin menguatkan kabar sebelumnya mengenai pemeriksaan terhadap perwira menengah Polda Kalbar tersebut oleh Paminal Propam Mabes Polri.

Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti status Yoan dalam pemeriksaan tersebut. Belum ada informasi resmi apakah yang bersangkutan hanya menjalani pemeriksaan, diamankan untuk kepentingan pemeriksaan, atau telah dikenakan penahanan oleh Propam Mabes Polri.

Fakta Kalbar juga telah mencoba mengonfirmasi langsung kepada Kompol Yoan Febriawan terkait informasi tersebut. Pertanyaan yang disampaikan adalah apakah benar dirinya telah ditahan oleh Propam Mabes Polri. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh jawaban.

Konfirmasi juga telah diajukan kepada Kabid Humas Polda Kalbar terkait kabar pemeriksaan dan keberadaan Yoan di Jakarta. Namun, pesan konfirmasi yang dikirimkan belum mendapat balasan.

Sebelumnya, nama Kompol Yoan menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan kedekatannya dengan Sudianto alias Aseng, tersangka perkara dugaan pertambangan bauksit ilegal yang ditangani Kejaksaan Agung RI.

Pertambangan bauksit ilegal milik Aseng alias Sudianto (dok.ist)Pertambangan bauksit ilegal milik Aseng alias Sudianto (dok.ist)

Yoan juga disebut-sebut oleh sejumlah narasumber memiliki kedekatan dengan jaringan perdagangan BBM dan emas ilegal di Kalimantan Barat. Salah satu narasumber bahkan menyebut Yoan sebagai “wasit sekaligus pemain” dalam bisnis solar ilegal.

Selain itu, ketika masih menjabat Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalbar, Yoan pernah menyatakan tidak menemukan penyimpangan dalam aktivitas PT Enggang Jaya Makmur (EJM) maupun PT Aneka Tambang (Antam) di wilayah konsesi Desa Enggadai, Kabupaten Sanggau.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah aparat penegak hukum pusat menemukan indikasi pelanggaran di wilayah konsesi PT Antam yang diduga berkaitan dengan aktivitas PT EJM. Perkara tersebut kemudian disebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Energi dan Sumber Daya Mineral di bawah Kementerian ESDM RI.

Kini, kabar keberadaan Yoan di Jakarta dan dugaan pemeriksaan oleh Paminal Propam Mabes Polri kembali menjadi perhatian. Apakah pemeriksaan tersebut berkaitan dengan sepak terjangnya ketika menjabat di Ditreskrimsus Polda Kalbar atau perkara lain, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian.

Fakta Kalbar masih menunggu konfirmasi resmi dari Mabes Polri, Polda Kalbar maupun Kompol Yoan Febriawan terkait status dan pemeriksaan tersebut. (Tim FK)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK