Operasi Water Bombing Karhutla Masih Berlanjut di Lahan Gambut Kalimantan Barat
Faktakalbar.id - Tim Satgas Udara terus melanjutkan operasi pengeboman air atau water bombing untuk memadamkan sisa bara api kebakaran lahan di Kalimantan Barat.
Faktakalbar.id - Tim Satgas Udara terus melanjutkan operasi pengeboman air atau water bombing untuk memadamkan sisa bara api kebakaran lahan di Kalimantan Barat.
Langkah pemadaman udara tersebut difokuskan pada kawasan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya.
Upaya pemadaman ekstra dilakukan guna mencegah sisa bara api di dalam tanah gambut menyala kembali menjadi kebakaran besar.
Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat Daniel menegaskan bahwa helikopter patroli dan water bombing terus disiagakan.
Helikopter dikerahkan secara intensif untuk memantau wilayah selatan dan utara Kabupaten Ketapang serta kawasan Kabupaten Kayong Utara.
Patroli udara juga melintasi kawasan Kubu Raya, Landak, Bengkayang, Sambas, dan Mempawah guna menyisir potensi titik api.
Di Kabupaten Ketapang, pemadaman udara menyasar kawasan Pagar Mentimun di Kecamatan Matan Hilir Selatan.
Operasi penyiraman air dari udara di Ketapang juga menjangkau Desa Pembedilan, Desa Air Hitam, dan Desa Natai Kuini di Kecamatan Kendawangan.
Sementara itu, pemadaman udara di Kayong Utara difokuskan pada kawasan Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir.
Petugas udara juga melakukan pengeboman air di Desa Pasak, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
“Meski sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi nol di Kalbar pada hari ini (kemarin), kegiatan Satgas Udara untuk melaksanakan water bombing masih kami laksanakan di beberapa tempat di Kabupaten Kayong Utara, karena masih terdapat sisa-sisa api yang harus dipadamkan oleh Satgas Darat maupun Satgas Udara,” jelasnya.
Pihak BPBD mengandalkan sinergi antara tim pemadam darat dan tim pemadam udara untuk menuntaskan pemadaman hingga tuntas.
Meskipun hujan sedang mulai mengguyur sebagian wilayah Kalimantan Barat, penanganan di area gambut tetap membutuhkan pembasahan intensif.
Karakteristik tanah gambut yang kering dan tebal menyimpan potensi api tersembunyi di bawah permukaan tanah.
Oleh karena itu, penyiraman air berulang kali sangat krusial untuk mematikan bara api hingga ke lapisan paling dalam.
Penanganan karhutla yang cepat dan terintegrasi ini diharapkan mampu menjaga kualitas udara dan keselamatan masyarakat sekitar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.