Sebaran Titik Panas Karhutla Tingkat Kepercayaan Tinggi Nihil di Kalimantan Barat
Faktakalbar.id - Sebaran titik panas kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan tinggi tercatat nihil di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat
Faktakalbar.id - Sebaran titik panas kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan tinggi tercatat nihil di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Kondisi keamanan lingkungan di kawasan Kalimantan Barat saat ini dinilai telah relatif aman dari ancaman kebakaran besar.
Meskipun situasi karhutla telah membaik secara signifikan, pemadaman sisa bara api dilaporkan masih terus berlanjut di beberapa titik.
Langkah pemadaman lanjutan tersebut tetap dijalankan karena sisa bara api di lahan gambut berpotensi memicu kebakaran berulang.
Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat Daniel mengonfirmasi penurunan titik panas tersebut dalam laporan penanganan karhutla.
“Dapat kita simpulkan bahwa kondisi Kalbar pada saat ini sudah relatif aman. Namun demikian, kami tetap melakukan kegiatan patroli oleh Satgas Darat di wilayah masing-masing, dan Satgas Udara di wilayah-wilayah yang telah ditentukan dalam briefing pagi,” ujarnya dalam laporan perkembangan penanganan karhutla, Rabu (28/10).
Berdasarkan pemantauan BMKG melalui sistem Fire Information for Resource Management System, empat satelit hanya merekam dua titik panas berkepercayaan menengah.
Pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA-20 dari pukul 00.00 hingga 20.00 WIB itu tidak mendeteksi titik panas berkepercayaan tinggi.
Membaiknya kondisi cuaca di Kalimantan Barat juga didukung oleh guyuran hujan yang merata di berbagai daerah.
Hujan tercatat mengguyur wilayah Pontianak, Singkawang, Melawi, Mempawah, dan Sambas pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Sementara itu, hujan berintensitas sedang juga mengguyur Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.
Daniel berharap curahan hujan yang merata tersebut mampu memadamkan sisa bara api secara alami di kawasan gambut.
Namun demikian, kewaspadaan dan pengawasan rutin tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik kebakaran baru.
Patroli darat dan udara terus diintensifkan guna memastikan titik api benar-benar padam secara menyeluruh.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan gumpalan asap di sekitar kawasan hutan.
Pengawasan kawasan rawan terus diperketat agar stabilitas kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat tetap terjaga dengan baik.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.