Puluhan Titik Panas Terdeteksi, Wilayah Kalimantan Barat Masih Sangat Mudah Terbakar
Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Supadio Pontianak mendeteksi keberadaan 30 titik panas di wilayah Kalimantan Barat dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Supadio Pontianak mendeteksi keberadaan 30 titik panas di wilayah Kalimantan Barat dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Temuan titik panas tersebut mempertegas ancaman kebakaran hutan dan lahan yang diprediksi bertahan hingga sepekan mendatang.
Indeks kemudahan terjadinya kebakaran menunjukkan sebagian besar lahan di daerah ini masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar sepanjang 4 sampai 10 November 2026.
Kondisi Lahan yang mengering menjadi faktor pemicu tingginya kerawanan kebakaran meski hujan mulai turun di beberapa daerah.
Suhu udara maksimum yang mencapai 34 derajat Celsius turut memicu peningkatan potensi munculnya titik api baru.
Kecepatan angin yang mencapai 35 kilometer per jam berisiko mempercepat penyebaran kobaran api jika terjadi kebakaran lahan.
"Untuk pantauan titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Barat selama 24 jam terakhir terdeteksi 30 titik panas di wilayah Kalimantan Barat. Untuk indeks kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dalam satu minggu kedepan umumnya wilayah Kalimantan Barat masih masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, terutama pada tanggal 4 hingga 10 November 2026," kata Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Reny pada Warta Berita Pagi Pro 1 RRI Pontianak.
Monitoring berkala terus dilakukan untuk memantau pergerakan titik panas di area perbatasan dan kawasan perkebunan.
Kondisi kelembaban udara yang berkisar antara 56 hingga 98 persen masih fluktuatif mempengaruhi kerawanan lahan gambut.
Masyarakat dan pihak terkait diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan untuk mencegah kabut asap.
BMKG menyediakan update peta kerawanan kebakaran hutan melalui kanal digital resmi yang dapat diakses publik.
Langkah mitigasi dini terus disosialisasikan guna mengantisipasi maraknya karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.