Kejar Target PBBKB Rp 900 Miliar, DPRD Kalbar Bidik Konsumsi BBM Sawit-Tambang
Faktakalbar.id - DPRD Kalimantan Barat mengintensifkan perhitungan potensi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor untuk mengamankan target penerimaan dalam APBD Perubahan 2026 sebesar Rp900 miliar.
Faktakalbar.id - DPRD Kalimantan Barat mengintensifkan perhitungan potensi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor untuk mengamankan target penerimaan dalam APBD Perubahan 2026 sebesar Rp900 miliar.
Langkah kalkulasi ulang tersebut mencakup pendataan rinci konsumsi BBM pada sektor pertambangan bauksit dan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat.
Selain sektor industri skala besar, perhitungan potensi pajak tersebut juga memperhitungkan konsumsi BBM kendaraan operasional perusahaan serta kendaraan pribadi masyarakat.
Ketua Pansus Agus Sudarmansyah menyebutkan validitas data penyaluran dari pihak penyalur menjadi kunci utama penentuan angka pajak yang presisi.
“Data ini kita perlukan untuk menghitung pajak secara akurat. Harus ada data yang valid, berintegritas dan kredibel,” kata Agus.
Pendataan yang akurat diyakini dapat mencegah kebocoran potensi penerimaan daerah yang seharusnya dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur umum.
“Jumlahnya pasti ketahuan,” ujar Agus merujuk pada kebutuhan data konsumsi BBM kendaraan roda dua dan roda empat baik harian bulanan maupun tahunan.
Pihak legislatif berkomitmen menelusuri seluruh data pasokan bahan bakar minyak guna memastikan kontribusi sektor industri sejalan dengan penerimaan pajak daerah.
Upaya optimalisasi penerimaan sektor PBBKB ini diharapkan mampu menopang pendapatan daerah secara signifikan pada tahun anggaran berjalan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.