BMKG Supadio Prakirakan Hujan Ringan Hingga Sedang Guyur Kalbar Sepekan Ke Depan
Faktakalbar.id - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memprakirakan wilayah Kalimantan Barat diguyur hujan intensitas ringan hingga sedang sepekan ke depan.
Faktakalbar.id - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memprakirakan wilayah Kalimantan Barat diguyur hujan intensitas ringan hingga sedang sepekan ke depan.
Prakiraan cuaca tersebut berlaku mulai Minggu, 1 November hingga Sabtu, 7 November 2026, berdasarkan data rilis BMKG terbaru.
BMKG mencatat potensi cuaca lebat hingga sangat lebat diprakirakan nihil di seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.
Pada Minggu, 1 November 2026, hujan ringan berpotensi melanda 12 wilayah termasuk Kota Pontianak, Singkawang, Kubu Raya, dan Mempawah.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang diprakirakan mengalami intensitas hujan sedang pada hari yang sama.
Memasuki Senin, 2 November 2026, hujan sedang meluas ke sembilan daerah seperti Bengkayang, Kapuas Hulu, Singkawang, dan Sintang.
Wilayah Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Sambas, dan Sanggau diprediksi bertahan dengan intensitas hujan ringan pada Senin.
Selasa, 3 November 2026, seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat diprakirakan merata mengalami hujan ringan tanpa cuaca ekstrem.
Kondisi cuaca kembali bervariasi pada Rabu, 4 November 2026, dengan hujan sedang mengintai enam daerah termasuk Sambas dan Landak.
BMKG mengategorikan hujan ringan berada pada skala 0,5 hingga 20 milimeter per hari, sedangkan hujan sedang berkisar 20-50 milimeter.
Masyarakat diimbau memantau pembaruan informasi cuaca berkala melalui situs web resmi dan akun sosial media BMKG Kalimantan Barat.
Meskipun potensi cuaca ekstrem nihil, kesiapsiagaan warga terhadap perubahan kondisi cuaca di lapangan tetap dipandang penting.
Aktivitas penerbangan dan pelayaran lokal diproyeksikan berjalan normal dengan memperhatikan pergerakan awan konvektif harian.
Prakirawan BMKG Supadio terus memperbarui analisis dinamika atmosfer guna memberikan rujukan navigasi dan mitigasi bencana daerah.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menyiagakan alat pelindung hujan guna mengantisipasi perubahan cuaca mendadak.
Kelembapan udara yang tinggi di kawasan pesisir turut memicu pertumbuhan awan hujan lokal pada siang hingga sore hari.
Informasi pembaruan prakiraan cuaca ini dapat diakses secara berkala oleh seluruh pengguna jasa transportasi dan masyarakat umum.
Penyesuaian agenda luar ruangan dianjurkan agar aktivitas harian masyarakat tetap berjalan aman dan lancar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.