faktakalbar

Menguak Jejak Tambang Uranium di Kalan Kalimantan Barat

Faktakalbar.id — Eksplorasi uranium di Kalan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menyimpan sejarah panjang penelitian nuklir yang diulas dalam buku BATAN Siluman di Kalan terbitan Kalimantan Review, Agustus 2006.

Penulis: Tim FK Tuesday, 03 November 2026 📖 1 menit
Menguak Jejak Tambang Uranium di Kalan Kalimantan Barat
Aktivitas bekas penelitian pengolahan bijih uranium di Kalan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id — Eksplorasi uranium di Kalan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menyimpan sejarah panjang penelitian nuklir yang diulas dalam buku BATAN Siluman di Kalan terbitan Kalimantan Review, Agustus 2006.

Akoi (Nama samaran) menjelaskan bahwa kawasan Kalan pernah menjadi lokasi penelitian uranium oleh lembaga tenaga atom Prancis (CEA) sejak dekade 1970-an.

Berdasarkan tulisan pada buku di tahun 1980, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mulai melakukan eksplorasi uranium di kawasan tersebut.

“Eksplorasi uranium di Kalan menyimpan sejarah penting yang belum banyak diketahui masyarakat,” ujar Akoi.

Penelitian BATAN meliputi survei geologi, pengeboran, dan percobaan pengolahan bijih uranium.

Salah satu lokasi utama penelitian adalah Bukit Eko-Remaja yang memiliki terowongan sekitar 675 meter untuk mengambil sampel batuan, berposisi naik yang panjang masing-masing sekitar 20-30 meter..

Selain Bukit Eko-Remaja, penelitian juga dilakukan di Rirang, Rabau Hulu, Lemajung, Lembah Hitam, Amir Engkala, dan Tanah Merah.

Kegiatan BATAN lebih berfokus pada eksplorasi dan penelitian, bukan eksploitasi komersial. Aktivitasnya kemudian menurun akibat keterbatasan pendanaan.

Buku tersebut juga mencatat sejumlah fasilitas pengolahan uranium di Lemajung yang dilaporkan tidak terawat.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan pencemaran lingkungan akibat aktivitas penelitian dan pengolahan uranium.

Buku mencatat kematian sembilan warga pada 1997 yang dikaitkan dengan dugaan pencemaran. Masyarakat juga mengindikasikan DAS (Daerah Aliran Sungai) Kalan tercemar oleh limbah hasil olahan uranium..

Alex menegaskan bahwa sejarah eksplorasi uranium di Kalan perlu ditelusuri secara terbuka dan objektif. “Masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai sejarah penelitian uranium dan kondisi lingkungan di sekitarnya.”


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK