faktakalbar

Puan Dorong Jaminan Keselamatan bagi Petugas Pemadam Karhutla

Puan Maharani mendorong jaminan keselamatan bagi petugas dan relawan karhutla serta meminta evaluasi SOP pemadaman menyusul sejumlah korban jiwa.

Penulis: Clara Sunday, 25 October 2026 📖 2 menit
Puan Dorong Jaminan Keselamatan bagi Petugas Pemadam Karhutla
Puan Maharani mendorong jaminan keselamatan bagi petugas dan relawan karhutla serta meminta evaluasi SOP pemadaman menyusul sejumlah korban jiwa. (dok/PDIP)

Faktakalbar.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah memberikan jaminan keselamatan dan perlindungan menyeluruh bagi petugas serta relawan yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Desakan ini disampaikan menyusul gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat berjuang memadamkan api di berbagai daerah.

Puan menyampaikan belasungkawa kepada para korban yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, dedikasi petugas dan relawan yang berjuang melindungi masyarakat harus diimbangi dengan perlindungan yang memadai dari negara.

“Para petugas dan relawan yang membantu penanganan berangkat dengan harapan dapat menyelamatkan sesama dan kembali kepada keluarganya. Pengabdian itu perlu ditopang perlindungan yang dapat diandalkan,” ujar Puan dalam keterangan tertulis pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Puan Minta SOP Pemadaman Karhutla Dievaluasi

Puan menilai gugurnya sejumlah petugas dan relawan menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) pemadaman karhutla. Evaluasi tersebut perlu menitikberatkan pada aspek keselamatan kerja agar risiko yang dihadapi personel di lapangan dapat diminimalkan.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada upaya memadamkan api dan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran. Keselamatan orang-orang yang bertugas di garis depan juga harus menjadi prioritas.

Menurut Puan, petugas dan relawan yang mempertaruhkan keselamatan demi membantu masyarakat merupakan pahlawan kemanusiaan. Karena itu, pengabdian mereka perlu mendapat perlindungan serta penghargaan yang layak.

Sejumlah Petugas dan Relawan Gugur

Berdasarkan informasi yang diterima Puan, sedikitnya sembilan petugas dan relawan dilaporkan gugur saat menangani karhutla. Korban tersebut terdiri atas tiga orang di Kalimantan Tengah, lima petugas atau relawan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur, serta satu orang di Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Selain itu, seorang warga lanjut usia di Samarinda, Kalimantan Timur, juga dilaporkan meninggal dunia setelah membantu memadamkan api untuk mencegah kebakaran menjalar ke permukiman.

Rentetan korban tersebut memperkuat urgensi peningkatan perlindungan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk mereka yang bekerja sebagai relawan.

Relawan Perempuan Juga Perlu Mendapat Perlindungan

Puan turut mengapresiasi keterlibatan perempuan dalam penanganan karhutla, baik yang turun membantu memadamkan api maupun yang mendukung kebutuhan logistik dan dapur umum.

Ia menilai kontribusi perempuan dalam penanganan bencana sangat berarti. Oleh karena itu, mereka perlu memperoleh ruang kerja yang aman, dukungan operasional yang memadai, serta kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan dan pengalaman selama bertugas.

Puan menegaskan bahwa perlindungan terhadap petugas dan relawan harus menjadi bagian penting dari upaya penanganan karhutla. Pemerintah diharapkan memastikan keselamatan mereka terjaga, sehingga misi melindungi masyarakat tidak justru mengabaikan keselamatan orang-orang yang berada di garis depan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK