PSBM Ketapang 2026 Diproyeksikan Dorong Ekonomi Kreatif dan Sektor UMKM Daerah
Faktakalbar.id - Penyelenggaraan Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) Kabupaten Ketapang Tahun 2026 diproyeksikan mampu menggeliatkan sektor ekonomi kreatif serta membuka peluang pendapatan bagi pelaku UMKM lokal.
Faktakalbar.id - Penyelenggaraan Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) Kabupaten Ketapang Tahun 2026 diproyeksikan mampu menggeliatkan sektor ekonomi kreatif serta membuka peluang pendapatan bagi pelaku UMKM lokal.
Festival seni budaya yang digelar di Balai Sungai Kedang pada 7–10 November 2026 tersebut menghadirkan stan pameran dari berbagai kecamatan yang menjual produk kerajinan dan kuliner khas.
Kehadiran stan pameran kecamatan menjadi sarana promosi efektif untuk mengenalkan produk UMKM perdesaan serta potensi pariwisata berbasis budaya Melayu.
Sektor ekonomi kreatif mendapatkan ruang penyerapan pasar melalui ajang pameran kerajinan tangan, pakaian adat, dan sajian kuliner tradisional seperti ketupat colet.
Promosi atraksi budaya secara berkala dipandang berpotensi meningkatkan arus kunjungan wisatawan domestik ke Kabupaten Ketapang.
Selain memperkuat identitas budaya, pelibatan ekosistem UMKM dalam festival ini ditujukan untuk memutar roda perekonomian warga di sekitar lokasi acara.
"Saya sendiri mengucapkan apresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Ini merupakan salah satu upaya supaya kita bisa melestarikan adat, kebudayaan, dan tradisi, termasuk identitas kita," kata Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
"Budaya ini adalah salah satu jati diri. Budaya adalah identitas kita. Ketika ini hilang, hilang juga identitas dan jati diri kita," tegasnya.
Pelaku usaha mikro mengharapkan agenda kebudayaan serupa terus konsisten diselenggarakan setiap tahun guna menjaga keberlanjutan usaha mereka.
Kolaborasi antarsektor ekonomi dan kebudayaan menjadi strategi pendukung pembangunan sarana pariwisata daerah.
Kunjungan masyarakat ke lokasi pameran memperlihatkan tingginya minat publik terhadap komoditas ekonomi berbasis kebudayaan lokal.
Rangkaian acara berbasis ekonomi kreatif ini dipastikan terus berlangsung hingga penutupan festival pada pekan mendatang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.