Proyek SPALD-T Pemicu Jalan Amblas Kontraktor Diminta Evaluasi Metode Galian dan Perketat Rambu
Faktakalbar.id - Pekerjaan penggalian pipa proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat di Jalan Tanjungpura Pontianak memicu penurunan kondisi tanah.
Faktakalbar.id - Pekerjaan penggalian pipa proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat di Jalan Tanjungpura Pontianak memicu penurunan kondisi tanah.
Pemerintah Kota Pontianak meminta pelaksana proyek mengevaluasi metode penggalian tanah agar penurunan badan jalan tidak meluas ke titik lainnya.
Evaluasi teknis tersebut dinilai krusial guna mencegah dampak kerusakan infrastruktur publik yang lebih parah di sepanjang jalur galian.
Selain perbaikan struktur tanah, pelaksana proyek diinstruksikan untuk meningkatkan standar pengamanan di sekitar lokasi pengerjaan fisik.
Pemasangan rambu peringatan, pembatas barikade, serta lampu penerangan yang memadai wajib dipastikan terpasang selama kegiatan proyek berlangsung.
Langkah pengamanan lokasi pengerjaan sangat penting mengingat ruas Jalan Tanjungpura merupakan jalur padat lalu lintas di Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya proteksi area berisiko tinggi demi melindungi keselamatan para pengguna jalan.
“Selama pekerjaan berlangsung, area yang berisiko harus diberi tanda yang jelas, terutama saat malam hari,” tuturnya.
Edi juga meminta kontraktor melakukan pengawasan berkala pada setiap tahapan proyek agar potensi dampak gangguan dapat terdeteksi lebih awal.
“Saya juga sudah minta pelaksana melakukan pengecekan dan memastikan setiap tahapan pekerjaan memperhatikan kondisi badan jalan di sekitarnya,” tambah Edi.
Meskipun proyek SPALD-T sangat vital bagi peningkatan sanitasi kota, aspek keselamatan warga tetap harus diprioritaskan.
Pembangunan infrastruktur air limbah domestik tersebut diharapkan tidak sampai mengorbankan kenyamanan dan keamanan masyarakat umum.
“Pembangunan ini penting bagi kota kita, terutama untuk meningkatkan kualitas sanitasi. Tetapi, pelaksanaannya juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Keduanya harus berjalan beriringan,” ungkapnya.
Pemerintah kota memastikan bakal memantau proses evaluasi pengerjaan pipa secara ketat bersama instansi teknis terkait.
Pengawasan ketat ini dilakukan agar proyek sanitasi daerah tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan ancaman kecelakaan lalu lintas.
Pengetatan standar pengawasan pengerjaan galian pipa juga menjadi acuan bagi proyek infrastruktur lainnya di wilayah perkotaan.
Masyarakat berharap pengerjaan galian pipa di pusat kota dilakukan secara profesional dengan mengutamakan standar keselamatan kerja.
Pihak kontraktor diharapkan bertindak cepat merespons setiap potensi keretakan tanah akibat galian pipa air limbah tersebut.
Sinergi pengawasan proyek yang padu diharapkan dapat menekan potensi bahaya bagi para pengendara di pusat kota.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.