faktakalbar

Program Susu Gratis Tak Wajib Setiap Hari, Istana: Paling Seminggu Sekali

Penulis: Redaksi Tuesday, 07 January 2025 📖 1 menit
Program Susu Gratis Tak Wajib Setiap Hari, Istana: Paling Seminggu Sekali
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan pada Senin (6/1/2025) tidak mewajibkan pemberian susu setiap hari kepada penerima manfaat. Pemerintah menegaskan bahwa distribusi susu dalam program ini bergantung pada kesiapan daerah masing-masing dan tidak menjadi menu harian. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan menjelaskan bahwa pola pemberian susu dalam MBG disesuaikan dengan kondisi logistik di setiap wilayah. "Susu tidak diberikan setiap hari, tergantung daerahnya. Minimal seminggu sekali. Di beberapa lokasi, seperti yang saya kunjungi tadi, susu diberikan setiap Jumat, sementara di daerah lain ada yang menjadwalkan pada hari Senin," ujarnya. Pada hari pertama pelaksanaan, tim pemantau mengunjungi sejumlah lokasi distribusi MBG di berbagai wilayah, termasuk Halim, Ciracas, Cakung, Palmerah, Depok, Bogor, Karawang, dan Bandung. Mereka memastikan bahwa meskipun susu bukan menu utama yang diberikan setiap hari, keberagaman gizi dalam menu tetap dijaga melalui rotasi makanan. "Setiap hari menunya berbeda, misalnya hari ini telur, besok ikan dori, lalu ayam di hari berikutnya. Setiap dapur sudah memiliki jadwal menu yang telah disusun, tetapi tetap fleksibel mengikuti ketersediaan bahan baku di daerah tersebut," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa program ini melibatkan pemasok dari masyarakat sekitar untuk memastikan distribusi makanan tetap lancar dan berkelanjutan. "Nantinya, bahan makanan dipasok dari warga sekitar, sehingga program ini tidak hanya membantu penerima manfaat, tetapi juga mendukung perekonomian lokal," tambahnya. Dengan pelaksanaan yang masih berjalan, apakah distribusi susu akan diperluas dan menjadi bagian tetap dari menu harian di masa mendatang? Hal ini masih menjadi pertimbangan lebih lanjut dari pihak penyelenggara.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK