Profil Kehati dan RIP Kehati Provinsi Kalimantan Barat Diluncurkan.
PONTIANAK
- Profil Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) Provinsi Kalimantan Barat diluncurkan sebagai bagian dari mandat Inpres No. 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan.
Peluncuran ini mengingat masyarakat global, khususnya masing-masing warga di daerah akan menghadapi sejumlah tantangan besar, yakni krisis perubahan iklim, krisis kerusakan alam dan kehilangan keanekaragaman hayati, serta krisis polusi dan limbah.
Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan bahwa hal ini termasuk bagian dari bentuk solusi atas tantangan dan krisis global yang tengah terjadi saat ini. Melindungi dan mengelola Sumber Daya Alam (SDA) secara bijak dan berkelanjutan dapat menjadikan Kalimantan Barat sebagai model keberhasilan dalam menjawab tantangan global.
“Peluncuran Profil Keanekaragaman Hayati dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Provinsi Kalimantan Barat ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen kita dalam melestarikan kekayaan hayati, sekaligus mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berorientasi pada masa depan,” ungkapnya dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pokja Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial Kalimantan Barat, Rabu (4/12/2024).
Menurutnya, Profil Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) yang tengah disusun ini merupakan hal yang sangat penting sehingga ia mengarahkan agar kedua dokumen ini dijadikan sebagai rujukan utama dalam penyusunan berbagai dokumen perencanaan pembangunan lainnya.
“RIP Kehati harus menjadi dasar bagi perencanaan strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan dokumen rencana strategis perangkat daerah. Dengan demikian, kebijakan pembangunan kita akan selalu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan upaya mitigasi perubahan iklim, pelestarian ekosistem, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” tuturnya. (mro)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.