Pontianak Berusia 255 Tahun, Pembangunan Masih Dihadapkan pada Keterbatasan Anggaran dan Masalah Lingkungan
Faktakalbar.id - Pembangunan Kota Pontianak yang memasuki usia ke-255 tahun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan fiskal, persoalan lingkungan, dan kebutuhan meningkatkan kualitas pelayanan publik, menurut Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Faktakalbar.id - Pembangunan Kota Pontianak yang memasuki usia ke-255 tahun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan fiskal, persoalan lingkungan, dan kebutuhan meningkatkan kualitas pelayanan publik, menurut Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari catatan perkembangan kota yang disampaikan Edi dalam peringatan Hari Jadi ke-255 Pontianak, Jumat (23/10/2026).
Ia menyebut sejumlah capaian, mulai dari penghargaan di bidang digitalisasi dan akses keuangan daerah hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, pengendalian inflasi, serta pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, Edi mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu kendala dalam menjalankan pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan tetap berjalan walaupun kita menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan fiskal. Yang terpenting bagaimana kita terus berupaya memberikan hasil yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Di luar persoalan anggaran, Pontianak juga menghadapi tantangan lingkungan yang memengaruhi kehidupan warga, termasuk kemarau panjang, kabut asap, dan persoalan air baku.
Berbagai persoalan tersebut membutuhkan penanganan berkelanjutan karena berkaitan dengan kualitas lingkungan, ketersediaan sumber daya, dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Edi menilai pembangunan tidak semestinya hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga perlu memperhatikan kemampuan kota menghadapi perubahan dan persoalan yang berkembang.
Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-255 Pontianak menjadi momentum untuk mendorong pelaksanaan pembangunan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat.
“Momentum Hari Jadi ke-255 ini harus menjadi semangat untuk menyukseskan pembangunan dan seluruh program pemerintah yang memang harus kita jalankan bersama,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dukungan terhadap program pemerintah pusat dan gerakan Indonesia Asri sebagai bagian dari upaya yang perlu dijalankan bersama.
Namun, keberhasilan pembangunan pada akhirnya berkaitan dengan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, mulai dari kualitas pelayanan hingga kondisi lingkungan dan kesempatan ekonomi.
“Pontianak harus terus bergerak maju. Tetapi kemajuan itu tetap harus membuat masyarakat nyaman, merasa aman, dan punya harapan untuk kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.
Tema “Tangguh Bersahabat” diangkat dalam peringatan hari jadi tahun ini untuk menggambarkan kemampuan masyarakat menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Dalam konteks pembangunan perkotaan, tantangan berikutnya adalah memastikan program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan warga di tengah keterbatasan sumber daya.
Peningkatan kualitas lingkungan, pelayanan publik, ekonomi masyarakat, dan kehidupan sosial yang harmonis menjadi sejumlah aspek yang disebut perlu terus diperhatikan dalam perkembangan Pontianak.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.