Pengangguran Pontianak Masih 7,91 Persen, Kesenjangan Kompetensi Jadi Tantangan Dunia Kerja
Faktakalbar.id - Tingkat pengangguran terbuka Kota Pontianak mencapai 7,91 persen pada 2025, meskipun turun 0,38 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan ketidaksesuaian kompetensi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam Job Fair Pontianak 2026.
Faktakalbar.id - Tingkat pengangguran terbuka Kota Pontianak mencapai 7,91 persen pada 2025, meskipun turun 0,38 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan ketidaksesuaian kompetensi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam Job Fair Pontianak 2026.
Persoalan tersebut mencuat saat 28 perusahaan menawarkan sekitar 2.000 lowongan kerja di Auditorium Universitas Tanjungpura pada 22–24 Oktober 2026.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menilai persoalan ketenagakerjaan tidak cukup diselesaikan dengan memperbanyak lowongan, tetapi juga membutuhkan kesesuaian keterampilan pelamar dengan kebutuhan dunia usaha.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Di balik angka pengangguran itu ada anak muda yang sudah melamar berkali-kali tetapi belum mendapat panggilan, ada keluarga yang menunggu anaknya bekerja, dan ada harapan ekonomi yang bergantung pada satu penghasilan,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Menurut Amirullah, Pontianak memiliki daya tarik bagi pencari kerja karena berstatus sebagai ibu kota Kalimantan Barat sekaligus pusat perdagangan dan jasa.
Namun, besarnya minat masyarakat terhadap peluang kerja juga menjadi tantangan ketika kualifikasi pelamar tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Dunia kerja sekarang juga menuntut kecakapan digital, kemampuan berkomunikasi, bahasa asing dan sikap profesional. Ini yang harus terus diperkuat oleh para pencari kerja,” katanya.
Kebutuhan keterampilan tersebut berkaitan dengan struktur ekonomi Pontianak yang banyak ditopang sektor perdagangan, jasa, kuliner, perhotelan, dan pariwisata.
Aktivitas usaha di sektor-sektor tersebut turut berkembang seiring penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional di kota ini.
Untuk memperluas kesiapan tenaga kerja, Pemerintah Kota Pontianak telah menyelenggarakan sejumlah pelatihan sepanjang 2026.
Program tersebut meliputi pelatihan barista, pemasaran digital, penyuntingan video, pengoperasian mesin pendingin, dan satuan pengamanan.
“Pelatihan harus disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja yang nyata, sehingga setelah mengikuti pelatihan masyarakat benar-benar punya peluang lebih besar untuk bekerja,” ujar Amirullah.
Meski demikian, ketersediaan pelatihan dan lowongan kerja perlu diikuti dengan kecocokan antara keterampilan peserta dan persyaratan posisi yang ditawarkan.
Bagi pencari kerja, kondisi tersebut membuat peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen.
Sementara itu, perusahaan membutuhkan kandidat yang memiliki kemampuan sesuai dengan pekerjaan yang tersedia.
Job Fair Pontianak 2026 menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan kedua kebutuhan tersebut melalui penawaran sekitar 2.000 lowongan dari 28 perusahaan.
Amirullah berharap proses rekrutmen dapat mempertemukan pelamar yang memenuhi kualifikasi dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Mudah-mudahan yang dicari perusahaan sesuai dengan yang melamar. Jadi tidak ada lowongan yang kosong hanya karena masalah ketidaksesuaian kompetensi,” tutupnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.