faktakalbar

28 Perusahaan Buka 2.000 Lowongan di Job Fair Pontianak 2026, Ini Tantangan Pencari Kerja

Faktakalbar.id - Sebanyak 28 perusahaan menyediakan sekitar 2.000 lowongan kerja dalam Job Fair Pontianak 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Tanjungpura pada 22–24 Oktober 2026.

Penulis: Wati Friday, 23 October 2026 📖 2 menit
28 Perusahaan Buka 2.000 Lowongan di Job Fair Pontianak 2026, Ini Tantangan Pencari Kerja
Job Fair Pontianak 2026 menghadirkan 28 perusahaan dengan sekitar 2.000 lowongan kerja di Auditorium Universitas Tanjungpura pada 22–24 Oktober 2026. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Sebanyak 28 perusahaan menyediakan sekitar 2.000 lowongan kerja dalam Job Fair Pontianak 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Tanjungpura pada 22–24 Oktober 2026.

Kegiatan yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan tersebut berlangsung di tengah tingkat pengangguran terbuka Kota Pontianak yang masih mencapai 7,91 persen pada 2025.

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah mengatakan angka pengangguran tersebut turun 0,38 poin dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi masih menjadi persoalan yang perlu ditangani.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Di balik angka pengangguran itu ada anak muda yang sudah melamar berkali-kali tetapi belum mendapat panggilan, ada keluarga yang menunggu anaknya bekerja, dan ada harapan ekonomi yang bergantung pada satu penghasilan,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Menurut Amirullah, banyaknya lowongan belum tentu membuat seluruh posisi terisi karena perusahaan memiliki persyaratan kompetensi tertentu.

Ketidaksesuaian antara keterampilan pelamar dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan menjadi salah satu kendala dalam proses penyerapan tenaga kerja.

“Dunia kerja sekarang juga menuntut kecakapan digital, kemampuan berkomunikasi, bahasa asing dan sikap profesional. Ini yang harus terus diperkuat oleh para pencari kerja,” katanya.

Kondisi tersebut membuat pencari kerja perlu memperhatikan persyaratan setiap posisi sebelum mengajukan lamaran.

Selain pengalaman kerja, keterampilan teknis dan kemampuan beradaptasi juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi peluang pelamar dalam proses seleksi.

Amirullah menyebut struktur ekonomi Pontianak banyak bertumpu pada perdagangan, jasa, kuliner, perhotelan, dan pariwisata.

Penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional turut mendorong aktivitas usaha di sektor tersebut, termasuk hotel, restoran, transportasi, warung kopi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di sisi lain, pemerintah kota telah mengadakan pelatihan kerja sepanjang 2026 untuk menyesuaikan keterampilan masyarakat dengan kebutuhan pasar.

Pelatihan tersebut mencakup bidang barista, pemasaran digital, penyuntingan video, mesin pendingin, hingga satuan pengamanan.

“Pelatihan harus disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja yang nyata, sehingga setelah mengikuti pelatihan masyarakat benar-benar punya peluang lebih besar untuk bekerja,” ujarnya.

Melalui Job Fair 2026, sekitar 2.000 lowongan ditawarkan kepada masyarakat yang ingin memasuki dunia kerja atau mencari peluang pekerjaan baru.

Amirullah berharap kualifikasi pelamar dapat sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga posisi yang tersedia bisa terisi.

“Mudah-mudahan yang dicari perusahaan sesuai dengan yang melamar. Jadi tidak ada lowongan yang kosong hanya karena masalah ketidaksesuaian kompetensi,” tutupnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK