faktakalbar

Polisi Ungkap Temuan Serpihan Logam di Kebun Sawit Kalteng, Asal Benda Belum Dipastikan

Faktakalbar.id - Serpihan logam berukuran besar ditemukan di perkebunan kelapa sawit di kawasan Sampit, Kalimantan Tengah, pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah warga mendengar dentuman keras pada malam sebelumnya.

Penulis: Natash Wednesday, 21 October 2026 📖 2 menit
Polisi Ungkap Temuan Serpihan Logam di Kebun Sawit Kalteng, Asal Benda Belum Dipastikan
Serpihan logam yang diduga berasal dari wahana antariksa ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah setelah warga melaporkan suara dentuman pada malam sebelumnya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Serpihan logam berukuran besar ditemukan di perkebunan kelapa sawit di kawasan Sampit, Kalimantan Tengah, pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah warga mendengar dentuman keras pada malam sebelumnya.

Benda yang diduga merupakan bagian dari wahana antariksa itu ditemukan pada Senin pagi oleh seorang pekerja perkebunan.

Penemuan tersebut menjadi perhatian karena lokasi jatuhnya serpihan berada di area yang biasa digunakan pekerja untuk beraktivitas.

Wardi Tamroni, 51 tahun, salah seorang saksi, mengatakan serpihan itu jatuh sekitar tiga kilometer dari kompleks perumahan karyawan PT Agro Bukit.

"Kami biasanya melakukan aktivitas di area tempat benda itu jatuh," ujarnya.

"Untungnya, seluruh pekerja sudah pulang, sehingga tidak ada seorang pun yang berada di perkebunan," tambahnya.

Benda tersebut digambarkan sebagai lempengan aluminium berukuran hingga sembilan meter, berbentuk tidak beraturan, dan memiliki bekas terbakar.

Kepala kepolisian setempat, I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, menyampaikan deskripsi tersebut berdasarkan temuan di lokasi.

Juru bicara penerbangan sipil Zachrudien mengatakan insiden itu tidak menyebabkan korban jiwa maupun kerusakan properti.

Ia juga menyatakan tidak ada risiko radiasi atau keracunan yang dilaporkan terkait penemuan tersebut.

Badan Riset dan Inovasi Nasional menduga serpihan itu berasal dari roket Zhuque-2E milik China, yang sebelumnya digunakan untuk meluncurkan 10 satelit ke luar angkasa.

Namun, dugaan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai kepastian mengenai asal benda yang ditemukan di perkebunan.

Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa sejumlah bagian wahana antariksa bisa bertahan ketika melewati atmosfer Bumi.

"Fenomena ini merupakan salah satu kemungkinan penjelasan atas penemuan pecahan logam berukuran besar di perkebunan kelapa sawit di Sampit," katanya.

Sebagian komponen antariksa dapat mencapai permukaan Bumi apabila tidak terbakar sepenuhnya saat memasuki atmosfer.

Kondisi ini menjadi salah satu risiko yang menyertai meningkatnya aktivitas peluncuran antariksa di berbagai negara.

Meski sebagian besar permukaan Bumi tertutup lautan, jatuhnya serpihan di wilayah daratan tetap berpotensi menimbulkan bahaya apabila mengenai kawasan berpenduduk atau lokasi aktivitas manusia.

Badan Antariksa Eropa menyatakan kemungkinan seseorang mengalami cedera akibat masuknya kembali benda antariksa secara tidak terkendali masih sangat rendah.

Namun, lembaga tersebut juga menyoroti peningkatan risiko seiring bertambahnya jumlah peluncuran dan benda antariksa yang kembali memasuki atmosfer.

Dalam kasus di Kalimantan Tengah ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sementara asal-usul serpihan masih membutuhkan kepastian lebih lanjut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK