faktakalbar

ABK KM Eka Prima yang Hilang di Perairan Kakap Ditemukan Meninggal di Jungkat

Faktakalbar.id - Dicka Wahyudi (21), anak buah kapal (ABK) KM Eka Prima yang dilaporkan hilang di perairan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, ditemukan meninggal dunia di sekitar perairan Jungkat, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Penulis: Wati Saturday, 10 October 2026 📖 1 menit
ABK KM Eka Prima yang Hilang di Perairan Kakap Ditemukan Meninggal di Jungkat
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah Dicka Wahyudi, ABK KM Eka Prima yang ditemukan di sekitar perairan Jungkat. (Dok. SAR Pontianak)

Faktakalbar.id - Dicka Wahyudi (21), anak buah kapal (ABK) KM Eka Prima yang dilaporkan hilang di perairan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, ditemukan meninggal dunia di sekitar perairan Jungkat, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban ditemukan oleh nelayan setempat sebelum dievakuasi Tim SAR Gabungan pada pukul 06.56 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Budiono, mengatakan lokasi penemuan korban berjarak sekitar 9,16 mil laut dari titik kejadian.

Setelah dievakuasi, jenazah Dicka dibawa ke Pos TNI AL Sungai Kakap untuk diserahkan kepada pihak agen kapal.

Dicka sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga jatuh ke laut saat KM Eka Prima berangkat melaut dari Pelabuhan Kakap pada Rabu (7/10/2026) malam.

Kru kapal baru menyadari korban tidak berada di kapal sekitar pukul 21.50 WIB.

Pencarian awal dilakukan secara mandiri oleh kru kapal, tetapi tidak membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak pada Kamis (8/10/2026).

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan tim penyelamat untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan dan nelayan setempat.

Pada hari ketiga pencarian, tim menyisir permukaan perairan dengan cakupan area sekitar 56 mil laut persegi.

Penyisiran dilakukan menggunakan pola pencarian terencana dengan jarak antarjalur sekitar satu mil laut.

Budiono menjelaskan, penentuan area pencarian mempertimbangkan posisi terakhir kejadian, informasi dari lapangan, serta kondisi cuaca dan arus perairan.

“Dalam pelaksanaan operasi, tim melakukan penyisiran permukaan secara sistematis berdasarkan area dan pola pencarian yang telah ditentukan. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR yang terlibat serta nelayan setempat untuk memperoleh informasi tambahan yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

Arah dan kecepatan angin serta arus perairan turut menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pencarian.

Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, koordinator misi pencarian dan pertolongan mengusulkan penutupan operasi SAR.

Seluruh unsur yang terlibat kemudian diarahkan kembali ke satuan masing-masing.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK